JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Jenazah Warga Mondokan Sragen Tiba Dinihari Tadi. Kades Ungkap Korban Sudah Setahun Menghilang Dari Rumah 

Ambulans penjemput jenasah Teguh tiba di rumah duka di Sumberejo, Mondokan, Selasa (29/1/2019) dinihari. Foto/Wardoyo
Ambulans penjemput jenasah Teguh tiba di rumah duka di Sumberejo, Mondokan, Selasa (29/1/2019) dinihari. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Jenazah Teguh Suyudi (45) yang ditemukan tewas di serambi Masjid Darul Muttaqin Jalan Mayjen Sutoyo No 81, Kabupaten Purworejo, Senin (28/1/2019) pagi akhirnya tiba di kampung halaman. Jasad pria asal Dusun Ngroto RT 16, Desa Sumberejo, Mondokan itu tiba di rumah duka Selas (29/1/2019) dinihari.

Kades Sumberejo, Mondokan, Sentot Nugroho mengungkapkan jenasah Teguh tiba di kampung halaman dinihari tadi pukul 03.00 WIB. Korban diambil dengan mobil ambulans ke Purworejo.

“Jenazah sudah tiba sekitar pukul 03.00 WIB,” papar Sentot, Selasa (29/1/2019).

Selanjutnya, jenazah bakal dipersiapkan untuk dilakukan pemakaman di pemakaman umum setempat. Lebih lanjut, ia menguraikan Teguh merupakan warga di desanya.

Dari keterangan pihak keluarga, almarhum memang sudah menghilang sejak setahun silam. Saat kali terakhir sebelum pergi, kondisi korban sudah sakit.

Baca Juga :  Lagi, Hajatan Campursari di Gesi Sragen Dibubarkan Paksa Tim Gugus Covid-19 Pas Gayeng-Gayengnya. Ratusan Tamu dan Pengunjung Langsung Buyar

Seperti diberitakan, jasad pria malang itu diketahui sekitar pukul 04.00 WIB. Sempat dikira tertidur, korban ternyata sudah tak bernyawa.

Kematian korban terungkap dari laporan Polres Purworejo yang dikirimkan ke Polres Sragen, Senin (28/1/2019) siang.

Dari laporan tersebut terungkap korban kali pertama diketahui Muhammad Suwito, pedagang asal Purworejo.

Di hadapan petugas, ia menuturkan sekitar pukul 03.00 WIB, ia melihat korban terlihat terbaring di diserambi masjid Darul Muttaqin.

Saat itu, ia tak merasa curiga dan mengira korban tertidur lantaran menggunakan sarung layaknya seperti jamaah masjid. Namun selang satu jam kemudian, ia mulai curiga saat melintas di depan korban, melihat wajah korban dalam keadaan pucat.

Baca Juga :  Insiden Pengeroyokan Anggota PSHT oleh Puluhan Gerombolan Bermotor di Pilangsari Sragen. 4 Anggota Selamat Usai Kabur dan Sembunyi ke Toilet, 2 Anggota Jadi Korban

Selanjutnya korban memberitahukan hal tersebut kepada jemaah lain di masjid itu dan berusaha membangunkan korban. Namun saat dibangunkan, mereka mendapati korban sudah dalam keadaan tubuh yang kaku dan denyut nadi sudah tidak ada.

Mengetahui hal tersebut korban langsung melapor ke Polsek Purworejo untuk Penyelidikan lebih lanjut. Menurut keterangan yang diperoleh olehbl kepolisian setempat, sebelumnya korban sering terlihat  tidur di serambi toko yang berada di lingkungan Alun-Alun Purworejo.

“Dari hasil pemeriksaan medis RSUD Tjitro Wardojo tidak ditemukan tanda tanda kekerasan. Diperkirakan korban meninggal karena penyakit dalam yang dideritanya,” papar Kapolsek Purworejo Kota, AKP Markotib dalam laporannya. Wardoyo