JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Jurug Solo Zoo Terus Berbenah Menuju Lembaga Konservasi Tipe A, Butuh Dana Rp 427,5 miliar

Istimewa
Istimewa

SOLO- Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Surakarta atau Jurug Solo Zoo terus berbenah menuju Kebun Binatang atau Lembaga Konservasi Tipe A. Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Diakui Direktur Utama Perumda TSTJ, Nimo Wahyu Widodo, langkah menuju Lembaga Konservasi Tipe A memang tidak mudah.

“Memerlukan banyak biaya, yaitu sekitar Rp 427,5 miliar. Dan dari total kebutuhan anggaran tersebut, Pemerintah Kota Surakarta sudah berkontribusi sebesar Rp225 miliar dalam bentuk lahan seluas 14 hektar. Selain itu, ada pula penyertaan modal sebesar Rp 3 miliar untuk pembangunan gedung. Sisanya kami kerja sama dengan beberapa pihak, termasuk dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun ini sebesar Rp2,1 miliar,” ungkapnya di sela acara Serah Terima Hasil Pekerjaan Pembangunan Kandang Satwa Liar dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di TSTJ Surakarta, Kamis (17/1/2019).

Baca Juga :  Jurnalis Joglosemarnews Juara 2 Lomba Artikel Jurnalistik Kemdikbud 2020

Terkait hal itu, TSTJ masih membutuhan biaya Rp190 miliar lagi untuk bisa menjadi tipe A.

“Maka kami berharap dukungan dari pemerintah maupun kalangan swasta termasuk perguruan tinggi untuk ikut berkontribusi terhadap kemajuan TSTJ. Dengan menjadikan TSTJ sebagai Tipe A maka kebun binatang tersebut bisa difungsikan untuk riset bekerja sama dengan luar negeri dalam rangka pengembangbiakan satwa yang dilindungi,” imbuh Bimo.

Di sisi lain, Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial (BPEE) Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Tandya Tjahjana menambahkan, TSTJ merupakan salah satu dari 84 lembaga konservasi yang terdaftar di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Baca Juga :  Pemkot Solo Cicil Perbaikan Lapangan Pendukung Piala Dunia U-20

“Lembaga konservasi ini berperan penting untuk pengembangbiakan binatang dengan tetap memastikan kemurnian jenisnya. TSTJ juga sebagai sarana rekreasi. Maka harapan kami TSTJ sebagai Lembaga Konservasi tertua di Indonesia bisa mengemban fungsi tersebut,” tukasnya.

Sementara itu, bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk TSTJ  berupa 1 unit kandang Buaya Muara, 4 unit kandang reptil, 1 unit kandang Unta, dan 4 unit kandang Rusa.

“Bantuan ini diharapkan bisa menjadi pancingan bagi para investor atau lintas sektor agar tertarik untuk ikut berinvestasi sesuai masterplan TDTJ,” papar Tandya. Triawati PP