loading...
Warga mengerumuni mobil berisi pria yang sudah tidak bernyawa. Foto : istimewa.

SUKOHARJO-Jajaran Polres Sukoharjo terus menyelidiki kasus penemuan pria yang diduga korban pembunuhan di dalam mobil Toyota Kijang di Jatingarang, Kecamatan Weru, Sukoharjo.

“Ada kemungkinan dilatarbelakangi utang piutang,” ungkap Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, Kamis (3/1/2019).

Menurut dia, korban tewas adalah Mujiono alias Mujiman (M), warga sekitar. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan saksi-saksi, sementara disimpulkan kronologis peristiwa itu.

Awalnya, korban M menjemput seorang perempuan berinisial S di Pasar Watukelir, Sukoharjo, lantaran ada urusan utang-piutang. M dan S
berangkat menggunakan mobil Toyota Kijang Super AB 1254 GD ke BRI Semin, Gunungkidul, DIY untuk bertransaksi.

Baca Juga :  Antisipasi Gagal Panen, Petani Karangwuni Gropyokan Tikus

Namun, lantaran antrian bank panjang, keduanya mencari warung untuk makan siang. Mobil lantas berhenti di Jalan Watukelir-Cawas, wilayah Desa Jatingarang, Kecamatan Weru, Sukoharjo. Ada kemungkinan terjadi cekcok antara S dan M di dalam mobil hingga korban tewas.

“Tapi ini masih kami selidiki,” jelas dia.

S, sebut dia, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Islam Cawas, Klaten. Kondisinya belum stabil.

Sebagaimana diwartakan, seorang pria paruh baya ditemukan tewas bersimbah darah di dalam mobil Toyota Kijang Super warna merah, Rabu (2/1/2018). Diduga pria tersebut merupakan korban pembunuhan.

Baca Juga :  Ternyata 6 Desa di Kecamatan Weru Sukoharjo Masih Butuh Bantuan Air Bersih

Diduga pria malang itu merupakan pengemudi mobil Kijang Super AB 1254 GD itu. Mobil ditemukan terhenti di tengah jalan Watukelir-Cawas, wilayah Desa Jatingarang, Kecamatan Weru, Sukoharjo.

Informasi yang dihimpun, awalnya warga curiga dengan sebuah mobil yang terhenti dalam waktu lama di tengah jalan. Saat diperiksa, ternyata ada ceceran darah di sekitar mobil. Pun ketika ditengok ke dalam mobil, banyak bercak darah dan ada seorang pria yang sudah tidak bernyawa lagi. Aris Arianto


Loading...