JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Korban Erosi Bengawan Solo, Satu Rumah Warga Plupuh Sragen Dirobohkan Paksa. Puluhan Rumah Lainnya Mengkhawatirkan!  

Kapolsek Plupuh, AKP Sunarso bersama warga dan tim gabungan saat mengevakuasi rumah warga Karanganyar, Plupuh yang dibongkar paksa akibat gerusan Bengawan Solo Jumat (25/1/2019). Foto/Wardoyo
Kapolsek Plupuh, AKP Sunarso bersama warga dan tim gabungan saat mengevakuasi rumah warga Karanganyar, Plupuh yang dibongkar paksa akibat gerusan Bengawan Solo Jumat (25/1/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Meningkatnya gerusan akibat erosi Sungai Bengawan Solo memakan korban di Plupuh, Sragen. Satu rumah warga di Desa Karanganyar terpaksa dibongkar paksa lantaran kondisinya sangat rawan ambrol dan berada di bibir Bengawan Solo.

Rumah yang dibongkar paksa itu adalah milik Saryono (55). Rumah warga Dukuh Karang RT 12, Desa Karanganyar, Plupuh itu terpaksa dirobohkan lantaran kondisinya yang sudah sangat membahayakan.

Baca Juga :  Rilis Single Kedua Berjudul 'Pilangsari Ninggal Janji', Lukman Richo Kisahkan Cinta yang Lama Terjalin Kandas karena LDR

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Plupuh AKP Sunarso mengungkapkan pembongkaran dilakukan oleh tim gabungan. Rumah itu dibongkar Jumat (25/1/2019) pagi secara bersama-sama oleh warga, perangkat desa, tim BPBD Sragen, dan 7 personil Polsek Plupuh.

“Rumah terpaksa dirobohkan karena diatas rumah tersebut longsor sekitar 2 meter akibat tergerus air sungai Bengawan Solo,” papar Kapolsek.

Foto/Wardoyo

Menurutnya, pembongkaran dilakukan untuk mengamankan penghuni dan material rumah. Sebab kondisinya yang sudah digerus longsor, sangat membahayakan dan dikhawatirkan bisa longsor sewaktu-waktu.

Baca Juga :  Tragis, Asyik Renang Pakai Batang Pisang, Pelajar Asal Sambungmacan Sragen Mendadak Tenggelam Lalu Ditemukan Tewas di Sungai Bengawan Solo

“Selanjutnya penghuni direlokasi ke tempat yang aman,” urainya.

Sementara, dari hasil pendataan pihak desa, ada puluhan rumah di tepi Bengawan Solo wilayah setempat yang juga dalam kondisi kritis. Bahkan sebagian hanya tinggal berjarak beberapa jengkal saja dari sungai dan sangat berbahaya. Wardoyo