JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Oknum Guru PNS SMPN 1 Slogohimo Terpaksa Dievakuasi Polisi. 2 Kali Didemo Siswanya Sendiri Lantaran Diduga Berbuat Tak Terpuji

Oknum guru HM saat dievakuasi polisi.
Oknum guru HM saat dievakuasi polisi.

WONOGIRI-Oknum guru PNS SMPN 1 Slogohimo, Wonogiri, HM (52) akhirnya dievakuasi petugas Polsek Slogohimo dari sekolahnya, Senin (28/1/2019). Hal ini ditempuh kepolisian untuk menciptakan suasana kondusif di SMPN 1 Slogohimo.

Informasi yang berhasil dihimpun, HM merupakan guru mata pelajaran Bahasa Inggris. Dia sudah dua kali didemo oleh siswanya sendiri. Demo menolak kehadiran dan meminta HM dipindah dari sekolah, digelar kali pertama pada Sabtu (26/1/2019).

Demo kedua dilaksanakan Senin (28/1/2019). Yakni usai pelaksanaan upacara bendera. Para siswa yang melihat oknum guru tersebut masih mengikuti upacara di barisan guru sesaat setelah dibubarkan, secara spontan berunjuk rasa agar oknum guru tidak mengajar di sekolahnya karena perilakunya.

Baca Juga :  Fenomena Apa ini, 4 Pasien Positif COVID-19 di Wonogiri yang Meninggal Mengalami Pengentalan Darah, Satgas Percepatan Langsung Koordinasi Dengan Pemprov, Alkes di RSUD pun Ditambah

“Dengan adanya aksi yang mulai menuntut untuk oknum guru tidak lagi mengajar di SMPN 1 Slogohimo di rasa tidak kondusif maka Kapolsek Slogohimo AKP Kukuh Wiyanto dan anggota mengevakuasi ke Korwil Bidang Pendidikan kecamatan Slogohimo. Guna melaksanakan koordinasi denga Forkopimcam, pihak SMPN 1 Slogohimo dan Dinas Kabupaten Wonogiri,” ungkap Kasubbag Humas Polres Kompol Hariyanto dan Kapolsek.

Baca Juga :  Sah Lur, Harjo Nomor Urut 1 Josss Nomor Urut 2, Siap Bersaing Memperebutkan Kursi Bupati dan Wakil Bupati Wonogiri dalam Pilkada Wonogiri 2020

Sementara kronologi kejadian pemicu demo, pada Sabtu 26 Januari 2019 pada pelajaran kelas 7B mata pelajaran Bahasa Inggris HM, sedang mengajar kelas. Oknum guru tersebut sedang mengevaluasi kerja siswa.

Pada giliran siswi CA, pekerjaannya sudah selesai. Tapi oknum guru menuduh tidak mengerjakan dan langsung memberikan ancaman dengan menempelkan kepalan tangan ke dagu siswi tersebut. Sehingga siswi mengalami ketakutan dengan menjerit dan menangis. Aris Arianto