JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

PDAM Sragen Ajukan Asupan Modal Rp 75 Miliar Hingga 2023. Rp 5 Miliar di 2019, Termasuk Atasi Krisis Jenar dan Tangen

Warga di Desa Dukuh Tangen terpaksa mengambil air dari ceruk di sungai yang mengering di musim kemarau. Foto/Wardoyo
Warga di Desa Dukuh Tangen terpaksa mengambil air dari ceruk di sungai yang mengering di musim kemarau. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Manajemen PDAM Sragen dikabarkan mengajukan usulan dana penyertaan modal sebesar Rp 75 miliar hingga tahun 2023. Alokasi itu dituangkan dalam Raperda Penyertaan Modal PDAM yang saat ini diajukan untuk dibahas di Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sragen.

Ketua Komisi II DPRD Sragen, Sri Pambudi mengungkapkan saat ini draft Raperda Penyertaan Modal PDAM itu dalam pengajuan pembahasan tingkat Pansus. Tim Pansus baru akan ditunjuk dalam beberapa hari ke depan.

“Intinya dari PDAM mengajukan usulan penyertaan modal sebesar Rp 75 Miliar dalam jangka 5 tahun. Pengajuan itu mulai 2018-2023. Untuk tahun 2019 mengajukan sekitar Rp 5 Miliar,” paparnya Selasa (15/1/2019).

Baca Juga :  Diduga Balas Dendam, Ratusan Massa Perguruan Silat Korban Penyerangan Balik Bikin Gerakan. Situasi Sragen Kota Sempat Mencekam

Perihal Raperda dan usulan modal itu, nantinya tetap akan melalui kajian di Pansus. Menurutnya, kajian diperlukan untuk mengetahui konstruksi secara menyeluruh dan konsep PDAM terkait modal itu akan diapakan peruntukannya. “Apakah menambah jaringan atau bagaimana nanti akan dibahas di Pansus,” urainya.

Dirut PDAM Sragen, Supardi menguraikan Perda Penyertaan Modal itu menjadi Perda inisiatif DPRD karena Perda yang ada sebelumnya sudah berakhir di 2018. Dengan berakhirnya Perda itu, bupati dan DPRD justru mendorong agar PDAM mengajukan Perda dengan durasi jangka lima tahun sekalian sampai 2023.

Baca Juga :  Siap-Siap, 2 Warga Sragen Pembeli Koleksi Emas Mahal Sri Mulyani Diburu Polisi. Bisa Terseret Pasal Penadah!

Ia membenarkan dalam Raperda, diajukan total anggaran penyertaan modal sebesar Rp 75 miliar. Akan tetapi, modal itu bisa diberikan setiap tahun sesuai rencana yang sudah dikonsep PDAM dan tergantung kemampuan keuangan daerah juga.

“Di 2019 ini kita mengajukan Rp 5 miliar. Itu untuk dana talangan perluasan jaringan bagi 1.716 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang sudah kita ajukan ke Kementerian PUPR pusat untuk 2019. Datanya sudah kita kirim dan salah satu syaratnya dari pusat memang harus ada Perdanya,” terang Supardi.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com