loading...
Loading...
Istimewa

KLATEN– Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Ruhut Sitompul memastikan tidak adanya beras impor di Kabupaten Klaten. Hal itu diketahui dari hasil blusukannya di kabupaten Klaten, Rabu (30/1/2019).

Dengan kepastian tersebut, Ruhut mematahkan perkataan Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto dalam pidato kebangsaannya beberapa waktu lalu bahwa para petani Klaten menangis karena guyuran beras impor. Ruhut memastikan bahwa Prabowo telah menyebar kebohongan besar tentang impor beras tersebut.

“Kami sudah melihat di youtube, membaca berita, dan ternyata itu tidak benar, itu bohong. Makanya, saya datang ke sini untuk meluruskan semua, hoaks dan lainnya. Saya juga sempat berkomunikasi langsung dengan para petani Klaten untuk menanyakan langsung mengenai kondisi para petani. Dan apa yang diungkapkan oleh para petani cukup menjadi jawaban atas pernyataan Prabowo,” ujarnya saat kunjungan ke Desa Belang Wetan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten.

Baca Juga :  Dikumpulkan, Pelajar Asal Papua: Mamak, Papa, Kami di Klaten Aman dan Baik-baik Saja! 

Ruhut memastikan, pemkab Klaten juga telah memastikan tentang berita beras impor tersebut.

“Bupati juga sempat langsung turun ke lapangan, tidak ada beras impor. Jangan biasakan kasih hoaks, kasih berita bohong kepada rakyat. Rakyat sudah sangat cerdas,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dikumpulkan, Pelajar Asal Papua: Mamak, Papa, Kami di Klaten Aman dan Baik-baik Saja! 

Sementara itu, Ketua Gapoktan Ngupoyo Bogo, Desa Belang Wetan, Suroto menegaskan, bahwa nasib petani tidak seperti yang diungkapkan oleh Prabowo beberapa waktu lalu.

“Selama petani justru sudah makmur. Dari kakek saya sudah menjadi petani, di sini tidak ada impor beras dan tidak ada petani menangis. Petani alhamdulillah tidak kekurangan. Petanu juga bisa menyekolahkan anak hingga bangku perkuliahan, bisa membangun rumah dan mendapatkan hasil yang mencukupi. Selama ini, petani di Klaten sangat menyukai hasil dari pertaniannya sendiri. Karena selama ini pertanian tidak menggunakan pupuk kimia. Semuanya menggunakan pupuk organik. Hasil tani kami lebih enak, karena cara pemupukannya masih menggunakan pupuk organik. Dan mengenai pernyataan Prabowo itu saya tidak begitu memikirkannya, karena barang siapa yang melakukan sesuatu itu akan kembali pada pribadi masing-masing, ” tukasnya. Triawati PP

Iklan
Loading...