JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Seleksi Karyawan PUD Aneka Usaha Digoyang Sorotan Miring. Dewan Pengawas Jadi Ketua Seleksi, Dinilai Berpotensi Pengaruhi Obyektivitas!

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat melantik Untung menjadi Dirut PD Aneka Usaha. Foto/Wardoyo
Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat melantik Untung menjadi Dirut PD Aneka Usaha. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Proses seleksi calon karyawan kontrak di PUD Aneka Usaha Karanganyar digoyang kritikan. LSM Masyarakat Handarbeni Karanganyar (Mahaka) menyoal posisi dewan pengawas yang sekaligus bertindak sebagai ketua panitia seleksi calon karyawan.

Koordinator Masyarakat Handarbeni Karanganyar, Agus Kiswadi secara prinsip mengatakan pihaknya tidak menyoal langkah PUD Aneka Usaha menggandeng pihak ketiga melaksanakan assessment.

Akan tetapi yang patut dipertanyakan adalah tugas yang diemban dewan pengawas sekaligus ketua panitia seleksi.

Menurut dia, hal itu kurang pas dan berpotensi terjadi konflik kepentingan yang bisa mempengaruhi penilaian terhadap rekrutmen calon karyawan kontrak.

Baca Juga :  Gagal Usung Calon, Kader dan Simpatisan PKS di Sragen Dihimbau Tetap Konsisten Taati Keputusan Abstain pada Pilkada

“Aneh saja, sangat aneh. Saya pikir pertangungjawabannya menjadi tidak masuk. Sebagai dewan pengawas dan ketua panitia. Sebagai panitia nanti menyampaikan laporan kepada direktur lalu direksi meneruskan ke dewan pengawas. Dewan pengawas dirinya sendiri,” paparnya kepada wartawan Selasa (15/1/2019).

Agus hanya ingin memastikan bahwa proses assessment tersebut bukan hanya formalitas tetapi dilakukan sesuai prosedur. Dia berharap tidak ada pihak-pihak tertentu sudah berupaya menitipkan keluarga maupun kerabat untuk bekerja di PUD Aneka Usaha.

Baca Juga :  Pak RT Buran Yang Positif Covid-19 Diketahui Bekerja di Pabrik Kebakkramat. Keluarga Sempat Minta Hasil Swab, Tapi Ditolak Pihak Rumah Sakit

Ia juga menggambarkan salah satu pemicu kebobrokan manajemen yang merugi ratusan juta pada era sebelumnya, salah satunya juga andil dari kualitas SDM.

Harusnya hal itu menjadi pembelajaran agar tidak lagi terjebak di lubang yang sama untuk kali kedua.

Menanggapi tudingan itu, Untung memastikan bahwa proses assessment fokus pada tenaga kontrak yang sudah ada.

“Kami pastikan netral. UNS juga menjamin hal itu,” tutur Untung kepada wartawan. Wardoyo