JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Tak Banyak yang Tahu. Ternyata Wonogiri Adalah Wilayah Cagar Budaya yang Mewakili 5 Zaman Sekaligus

Gua Song Gilap di Pracimantoro, Wonogiri.
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Gua Song Gilap di Pracimantoro, salah satu bukti  Wonogiri mewakili zaman prasejarah.

WONOGIRI-Wonogiri sebagai gudangnya tempat wisata alam mulai pegunungan gua hingga pantai, pasti banyak yang mengetahuinya. Namun fakta bahwa Wonogiri merupakan wilayah cagar budaya yang mewakili lima zaman sekaligus tampaknya tak banyak yang tahu.

Tokoh pemerhati cagar budaya dan karat Gunar Setyawan menyebutkan Wonogiri memiliki keunikan tersendiri yang sangat jarang dijumpai di daerah lainnya. Keunikan tersebut adalah kenyataan bahwa Wonogiri merupakan wilayah cagar budaya yang mewakili lima zaman sekaligus. Yakni zaman pra sejarah, klasik, zaman Islam, kolonial, dan zaman kemerdekaan.

Kesemuanya itu, menurut Gunar, sudah ada buktinya. Wonogiri, dikatakannya, mewakili zaman prasejarah dibuktikan dengan penemuan sejumlah artefak dalam eskavasi di sekitar mulut Gua Song Gilap Kecamatan Pracimantoro. Juga bentangan alur sungai Bengawan Solo Purba yang kini masih terlihat jelas.

Hal ini masih ditambah lagi adanya temuan alat-alat manusia purba dan binatang pra sejarah di gua-gua lainnya. Dalam upaya eskavasi tersebut, Gunar terlibat langsung bersama tim arkeologi Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng.

Baca Juga :  Apresiasi Kepercayaan Nasabah dan Masyarakat, BPR Gajah Mungkur Ngadirojo Wonogiri Bagikan Daging Kurban Hingga Slogohimo dan Baturetno

“Wonogiri mewakili zaman klasik, terlihat dari adanya candi. Seperti candi Bendo Kasur di wilayah Nguntoronadi, yang kini tinggal sisa dan bangunan longgarnya,“ tutur dia, Selasa (15/1/2019).

Keberadaan Masjid Tiban Wonokerso Desa Sendangrejo Kecamatan Baturetno dan Masjid Tiban Bakalan Kecamatan Purwantoro, disebutnya sebagai bukti bahwa Kota Sukses bisa mewakili zaman penyebaran Islam. Sedangkan zaman kolonial bisa dibuktikan kebenarannya melalui sejumlah benda dan bangunan di sekitar Wonogiri Kota. Sebut saja rumah dinas Dandim, kantor Satpol PP, atau Alun-alun Giri Krida Bakti.

Sementara zaman kemerdekan terlihat dari masih berdiri kokohnya bangunan bekas kantor kawedanan di lima distrik, Kota Wonogiri, Wuryantoro, Baturetno, Jatisrono, dan Purwantoro.

Baca Juga :  Alhamdulillah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri Dinyatakan Sembuh dari COVID-19

“Intinya banyak cagar budaya di Wonogiri ini. Saya yakin ini masih belum banyak diketahui para pelajar padahal sangat penting,” tandas ayah tiga orang putra itu.

Alur Bengawan Solo Purba yang sepanjang 38 kilometer mulai Kelurahan Girikikis Kecamatan Giriwoyo dan berakhir di pantai Sadeng Gunung Kidul DIY, atau bentang kawasan karst di wilayah Wonogiri, dituturkannya juga merupakan aset besar yang bisa membawa kebaikan bagi Wonogiri. Pasalnya sangat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan.

“Karena Wonogiri ini memiliki bnyak khazanah cagar budaya dan mewakili lima zaman, mari berupaya menjaganya. Syukur-syukur berusaha memajukannya. Sebab keberadaan cagar budaya sangat berguna hingga di masa mendatang,“ jelas lulusan Fisipol UGM tersebut. Aris Arianto