loading...
Loading...
Data KTPL atau EKTP yang terlacak di database Adminduk saat dicek Dispendukcatpil Sragen Kamis (10/1/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Bagus Bawana Putra, tersangka penyebar hoax 7 kontainer surat suara tercoblos yang tertangkap di Karangasem, Tanon, Sragen terdeteksi punya banyak alamat. Selain domisili tetap di Bekasi, Bagus terlacak juga punya KTP domisili di Sragen dan data alamat di Bali.

“Data yang kami terima, memang ada KTP yang bersangkutan dengan alamat di Slogo, Tanon Sragen. Tapi dia sudah tidak berdomisili di Sragen. Dia tinggal di Tangerang. Di Sragen itu dia buronan dari sana,” papar Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan Kamis (10/1/2019).

Baca Juga :  POLLING PILKADA SRAGEN 2020 : Siapa Calon Kepala Daerah Kabupaten Sragen Pilihan Anda..?

Kades Slogo, Bintoro membenarkan Bagus memang masih tercatat di KK Sapen, Slogo. Namun saat penggerebekan berlangsung, dia ada di rumah bekam milik saudaranya di Karangasem, Tanon.

“Kronologisnya yang tahu Pak Bayan. Ditangkapnya di tempat bekam Pak Nugroho,” paparnya.

Bagus Bawana Putra saat dihadirkan dalam pers rilis di Mabes Polri. Foto/Tempo.co

Kadinas Kependudukan dan Catatan Sipil Sragen, Wahyu L Wiyanto melalui Sekdin, Wahana Wijayanto menyampaikan dari hasil pelacakan database kependudukan di Dispendukcatpil, tidak ditemukan nama Bagus Wahana Putra dengan alamat di Karangasem, Tanon atau Slogo Tanon.

Baca Juga :  Sampah Sragen 7 Ton Perhari, Bupati Minta Semua Pejabat Eselon II Harus Rintis Bank Sampah di Lingkungan Rumah! 

Menurutnya dari dokumen yang bersangkutan, nama Bagus Bawana Putra dengan wajah seperti yang dilansir Mabes Polri, identik berdomisili di Cluster Catania, Ext 8, Deltamas, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat.

“Secara historis tidak ada dokumen dia tercatat di Sragen. Tapi tadi dari pelacakan dokumen di SIAK, dia sempat tercatat di Jimbaran, Badung, Kuta Selatan, Bali. Tapi bisa jadi, data di SIAK ini hanya singgah dan perekaman saja. Kalau domisili aslinya berdasarkan EKTP hanya tercatat di Bekasi saja,” tandas Wahana.

Baca Juga :  Dua Pekan Operasi Patuh, 6.475 Pengendara di Sragen Terjaring Pelanggaran. Sebanyak 5.269 Pengendara Dijatuhi Tilang, 13 Kendaraan Diamankan 

Sementara, adik kandung Bagus, Esty Ningrum menyampaikan Bagus tak pernah tercatat tinggal di Slogo, Tanon. Menurutnya yang pernah tercatat domisili di Slogo, Tanon, adalah bapaknya dan dirinya.

“Kalau Bagus hanya tinggal di Bekasi saja. KTP-nya sana. Dia nggak punya KTP di Slogo Tanon. Bapak kami memang pernah tinggal di Slogo Tanon,” tukasnya ditemui di rumahnya, Rabu (9/1/2019). Wardoyo

 

Loading...