JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Terkait Kerusuhan di Rutan Solo, Polresta Solo Tangkap 10 Orang di Semanggi

Sejumlah orang yang ditangkap oleh Polisi, buntut dari kerusuhan di Rutan Solo. Foto: Istimewa
Sejumlah orang yang ditangkap oleh Polisi, buntut dari kerusuhan di Rutan Solo. Foto: Istimewa

SOLO-Kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Solo, Kamis (10/1/2019) lalu berbuntut. Sejumlah orang melakukan perusakan rumah Iwan Walet. Akibat kejadian itu, Tim gabungan Resmob Polda Jateng, Resmob Surakarta, Sat Sabhara Polrwsta Surakarta dan Brimob melakukan penyisiran di sejumlah tempat untuk menangkap pelaku perusakan daerah rawan. Dari penyisiran tersebut, berhasil diamankan 10 pelaku yang juga diduga terlibat dalam kerusuhan di Rutan Kelas IA Surakarta lalu.

Dari pengamanan tersebut, dua orang dari kelompok yang diamankan menderita luka tembak dibagian kaki kiri, dan pinggang atas sebelah kiri. Kemudian dibawa ke poliklinik Polresta Surakarta untuk perawatan. Dan dari anggota Resmob Polda terkena sabetan pedang sebelah bahu kanan.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo mengungkapkan, tim gabungan melakukan patroli di daerah rawan, dan  mendapatkan informasi adanya kelompok tertentu yang akan melakukan sweeping terhadap kelompok Iwan Walet.

Polisi beralasan, mereka melakukan perlawanan sehingga terpaksa ada yang ditembak. “Tim menyisir di sejumlah titik dan saat didatangi patroli, mereka kabur ke arah Semanggi. Ada sekelompok orang, kumpul di ruko selatan Pasar Klitikan, Semanggi Pasar Kliwon. Kemudian pada pukul 19.00 WIB, anggota melakukan pengecekan dan saat diperiksa sekelompok orang tersebut melakukan perlawanan dengan senjata tajam pedang, samurai, clurit dan senpi Soft gun,” urainya dalam konferensi pers, Sabtu (12/1/2019) malam di Mapolda.

Baca Juga :  Diduga Rem Blong di Jalan Menurun, Truk Seruduk Warung yang sedang Ramai Orang di Mojosongo Solo. Tembok Bergetar, Pemilik Warung Berteriak dan Pembeli Berhamburan

Atas reaksi tersebut, anggota kepolisian berhasil mengamankan 10 orang. Dari data di kepolisian mereka adalah Mereka yaitu MUSTOFA (37 th) islam, swasta parkir, alamat Semanggi rt.06, rw 04, semanggi, psr kliwon, Ska, FERI AL FERI, 28 TH, Islam, swasta jualan es degan, alamat Karangasem rt.01 rw 03, kel. Tloyo,  kec. Jaten, karanganyar, Rusmanto, 37 Th, Islam, Swasta jualan degan, alamat Semanggi rt.04 rw 07, Semanggi, Pasar kliwon, Ska, Nanong, 31Th, Islam, swasta jualan buah, alamat Sedayu rt.02 rw. 11, Sedayu, Jumantono, Karanganyar.

Kemudian  Niko lavender als Ibrahim, 39 Th, Islam, tidak bekerja, alamat Gawan, Tanon, Sragen tinggal di Losari dekat tanggul,  Afif imabudin als Afif, 22 Th,Islam swasta dagang pasar klitikan, alamat kp. Mojo rt.07 rw.05, semanggi pasar kliwon, surakarta, Nur rohman als nur, 31 Th. Islam, Swasta, alamat Batur rt.03 rw. 02, Batur, Banjarnegara kota, Gandi Suryanto, 35 Th, Islam, Swasta jualan Es degan, alamat kusumo dilagan rt.03 rw. 10, Joyosuran, pasar kliwon, Surakarta, Ahmad Husni, 27 th, islam, swasta jualan es degan, alamat kali tengah rt.02 rw 02, kel bonjor, kec. Treteg, kab. Temanggung kos di kampung losari pak margono, Sutarno als. Tono, 46 Th, Islam, Swasta, alamat Gedangan Rt.01 rw 01, Grogol, Sukoharjo, tinggal di  losari, semanggi, psr. Kliwon, Surakarta.

Baca Juga :  Gandeng SOLOPEDULI, SOLUSI ZAKAT Salurkan Sembako Dan Uang Santunan Anak-anak Yatim

Adapun Barang Bukti (BB) yang berhasil disita dari peristiwa tersebut yaitu Busur 3 buah, Anak panah 8 buah, tongkat T 1 buah, Soft gun 1 buah, Tongkat kayu 13 buah, Palu 1 buah., Sabit 1 buah, Gelati 2 buah, Parang 3 buah., Samurai 1 buah, Batako 1 buah, Tembak panah 1 buah, Hp android 4 buah, Hp kecil 1 buah.

Apa yang diungkapkan oleh Kapolresta itu dibantah oleh sejumlah rekan yang ditangkap. “Polisi bertindak represif. Langsung main tangkap,” ujar pria yang enggan disebut namanya saat menginformasikan adanya penangkapan tersebut kepada Joglosemarnews.

Rumah Iwan walet di Gandekan dan Tegalrejo menjadi sasaran peruskan seelompok orang sebagai dendam atas kerusuhan di Rutan Solo. Iwan Walet sendiri sejak Sabtu pagi sudah bebas dan sampai saat ini keberadaanya belum diketahui. (Triawati PP | Syahirul)