JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terungkap, Selain Merampok, Komplotan Begal ABG di Sragen Ternyata Juga Edarkan Pil Koplo. Polisi Amankan 98 Butir Barang Bukti 

Ilustrasi tersangka komplotan begal ABG saat diringkus bersama temuan pil koplo yang mereka bawa. Foto kolase/Wardoyo
Tersangka komplotan begal ABG saat diringkus bersama temuan pil koplo yang mereka bawa. Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN- Fakta baru kembali terkuak dari aksi komplotan begal yang digawangi tiga ABG dan satu anak di bawah umur asal Pengkol dan Bendo Sragen. Ternyata, mereka tak hanya menjalankan aksi rampok dan begal, namun juga diduga kuat terlibat peredaran pil psikotropika alias pil koplo.

Keterlibatan mereka di dunia hitam peredaran pil terlarang itu terungkap setelah dilakukan penyelidikan. Dari hasil penggeledahan petugas, dua dari tiga tersangka itu kedapatan membawa puluhan butir pil psikotropika yang termasuk kategori obat terlarang.

“Iya benar. Ada dua dari tiga pelaku komplotan itu yang kami dapatkan membawa pil psikotropika. Jadi mereka nggak hanya merampok, tapi diduga kuat peredaran obat-obatan terlarang,” papar Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasat Narkoba AKP Joko Satriyo Utomo Senin (21/1/2019).

AKP Joko menguraikan dua pelaku yang kedapatan membawa psikotropika itu satunya justru yang masih di bawah umur yakni berinisial NW (17) asal Bendo, Sukodono.

Dari tangan bocah putus sekolah itu, diamankan 100 papan pil koplo jenis Merlopam dan Riclona yang baru terpakai dua biji.

Sehingga total BB yang diamankan berjumlah 98 butir. Sedangkan dari satu tersangka lain yang sudah dewasa, diamankan pil koplo jenis Trihex.

Baca Juga :  Berikut Daftar Lengkap 8 Warga Sragen Yang Positif Terpapar Covid-19. Kecamatan Masaran Paling Banyak!

“Sementara masih kita dalami. Karena pengakuan mereka pil itu hanya titipan dari teman mereka. Pil itu diakui didapat lewat resep dokter tapi dari temannya. Sedangkan BB pil Trihex itu, tersangka mengakui belum sempat menjual. Baru pagi hati didapat, siangnya sudah digerebek tim Resmob,” urai Kasat berwajah flamboyan itu.

Namun karena satu tersangka masih di bawah umur, Kasat menyampaikan sesuai UU No 62 tentang Psikotropika,pelaku di bawah umur yang terancam pasal dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun, maka tidak bisa ditahan. Yang bersangkutan akan dikenakan diversi alias dikembalikan ke orangtua untuk dilakukan pembinaan.

“Untuk tersangka yang dewasa akan kita usut. Kalau dia terbukti mengedarkan maka bisa dijerat dua pasal yaitu perampokannya dan peredaran obat terlarang. Kami juga masih memburu pemasok dan pemilik pil itu,” tegas AKP Joko.

Untuk diketahui, ketiga ABG bengal yang dibekuk polisi itu masing-masing bernama.Irfan Nadi Mustafa (19) asal Pengkol RT 8, Pengkol, Tanon, Angga Yudi Kusuma (23) asal Kedong RT 9/4, Bendo Sukodono dan satu masih di bawah umur berinisial NW (17)  asal Bendo Sukodono.

Baca Juga :  Klaster Meluas 6 Pasien Positif Covid-19 Sragen Tulari 8 Orang, 2 Warga Positif Setelah Perjalanan dari Purwokerto dan Boyolali. Berikut Daftar 10 Pasien Positif dan 47 Sembuh Hari Ini!

Ketiganya dibekuk dalam sebuah penggerebekan oleh tim Resmob Polres Sragen Jumat (18/1/2019) siang setelah terbukti melakukan perampokan dan pembegalan terhadap dua orang siswa SMP di ring road utara Sragen sebulan silam.

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan mengungkapkan mereka diringkus sekitar pukul 13.00 WIB di Jalan Raya Pengkol-Tanon tepatnya di Depan Balai Desa Pengkol,Tanon, Sragen.

Mereka diringkus atas laporan pembegalan yang dilakukan terhadap dua siswa SMP, Aditya Yoga (15) asal Ngablak, Sine dan Raka Dwi Candika (14) asal Prampelan, Pandak, Sidoharjo.

Aksi begal itu sudah terjadi pada 14 Desember 2018 di area pemakaman umum Dusun Karang Tengah, Sukodono, Sragen.

Dengan mengancam pakai sebilah sabit, komplotan begal ABG itu sukses menggasak satu buah HP Xiomi Resmi Note 5A milik korban, sebuah motor Honda Vario 110 AD 6952 AVE milik korban yang sudah diganti nopolnya oleh pelaku. Wardoyo