JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Warga Perum KCV Jaten Karanganyar Ubah Sampah Jadi Biogas dan Pupuk Cair. Di Dekatnya Muncul Kolam Lelenya Juga 

Foto/Wardoyo
Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Bupati Karanganyar, Juliyatmono meresmikan taman edukasi dan pengolahan sampah Mitra Amanah Jaten di Perumahan KCV RW 17 Jaten Karanganyar, Kamis (24/1/2019).

Kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Karanganyar, penjabat daerah, Wakil Rektor UMS, Komisi X DPR RI, dan warga lingkungan RW 17 Jaten ini merupakan kerjasama antara beberapa universitas, Komisi X DPR RI dan Ristekdikti sekaligus warga sekitar.

Ketua Mitra Amanah Jaten, Suratno menyampaikan bahwa ide awal dari pengolahan sampah tersebut karena terdapat masalah sampah disekitar RW 17 yang meresahkan warga.

Baca Juga :  Hasil Test Swab Ketiga Negatif Covid, Ketua RT Buran Nadar Gelar Bancakan Sebagai Rasa Syukur

Lalu dengan bantuan beberapa Universitas, Ristekdikti, Komisi X DPR RI sekaligus masyarakat sekitar mereka bersama-sama mengolah sampah menjadi biogas dan limbah pada biogas bisa dimanfaatkan sebagai pupuk cair untuk tanaman.

Selain memanfaatkan sampah yang sudah diolah, warga sekitar juga menambahkan 2 (dua) kolam lele yang nantinya bisa dipanen oleh warga sekitar.

Ketua kegiatan pengolahan, Kun Harismah, menambahkan tujuan penambahan taman bacaan juga dimaksudkan untuk membuat anak-anak beredukasi dengan lingkungan sekitar. Diarea taman ditanami sayur mayur yang bisa digunakan sebagai produktivitas masyarakat.

Baca Juga :  Curhat Pilu Keluarga Korban Meninggal Positif Covid-19 Asal Perum Ngringo Karanganyar. Beban Moral Hadapi Stigma Warga Saat Isolasi Mandiri, Baru Lega Setelah Hasil Swab Negatif

Dalam sambutannya, bupati berharap hasil dari taman edukasi dan pengolahan sampah RW 17 Kecamatan Jaten dapat memberikan manfaat serta contoh untuk desa lain di Kabupaten Karanganyar.

“Semua rumah ditanami sayur-mayur seperti cabe dan tomat di polybag,” imbuhnya. Beliau juga berharap dengan adanya taman edukasi selain anak-anak bisa belajar namun juga cinta dengan lingkungan dan alam,” ujarnya. Wardoyo