loading...
Loading...

SOLO – SD Marsudirini menggelar pendidikan seks (sex education) sejak dini, di aula sekolah setempat, Jumat (8/2/2019). Pendidikan tersebut ditujukan kepada seluruh siswa dan dilakukan secara bertahap.

Humas SD Marsudirini, Y Suratno melalui rilis yang diberikan kepada Joglosemarnews menjelaskan, pendidikan tersebut dilakukan secara bertahap. Pendidikan seks untuk siswa Kelas 3 dan 4 dilakukan pada Jumat (8/2/2019).

Giliran Hari Sabtu (9/2/2019), pendidikan seks ditujukan kepada para siswa kelas 5 dan 6. “Sedangkan pendidikan untuk siswa kelas 1 dan 2 dilakukan tanggal 14 dan 15  dengan masuk ke setiap kelas,” ujarnya.

Istimewanya, pendidikan seks tersebut dilakukan dengan mengundang sosok yang memiliki kompetensi di bidangnya, yakni dr Enny Listiawati, MPH.

Baca Juga :  Ratusan Mahasiswa Ikuti Seminar Motivasi di FKIP UNS

Pendidikan seks itu sendiri digelar, dengan alasan perlunya pemahaman anak-anak tentang dirinya sendiri serta perlindungan diri dari kejahatan seksual atau perlakuan tidak benar mengenai seksualitas.

“Apalagi anak-anak ini menjelang usia pubertas, jadi perlu persiapan,” jelasnya.

Dalam paparan materinya, dr Enny menjelaskan mengenai perbedaan laki-laki dan perempuan, bagaimana merawat tubuh. Ada juga penjelasan mengenai ciri-ciri atau tanda masa pubertas dan perawatannya.

“Kita juga menjelaskan, bagaimana anak-anak ini agar bisa melindungi diri dari kejahatan seksual,” ujar dr Enny melalui sebagaimana dikutip dalam rilis yang dikirim Wakil Ketua Komite SD Marsudirini Surakarta, drg Leoni Agustin Wulansari ke Joglosemarnews.

Dr Enny menjelaskan, pada masa pubertas, anak-anak akan mengalami perubahan pada dirinya, baik pada laki-laki maupun perempuan. Untuk laki-laki, anak yang sudah memasuki masa pubertas ditandai dengan munculnya jakun, suara menjadi lebih rendah, penis membesar dan mulai suka dengan lawan jenis.

Baca Juga :  Studi Banding ke Solo, Jajaran Pemkab Ogan Komering Ulu Mampir di SD Marsudirini

Sementara  anak perempuan yang sudah memasuki usia pubertas, biasanya ditunjukkan dengan ciri-ciri kulit lebih halus, tumbuhnya payudara, adanya penumpukan lemak di atas tulang kemaluan dan laba mayora.

“Dan yang paling kelihatan adalah terjadinya menstruasi. Ini semua perlu diketahui oleh para siswa, agar kelak mereka mampu melindungi diri sendiri,” ujarnya. suhamdani

Baca Juga :  Ratusan Mahasiswa Ikuti Seminar Motivasi di FKIP UNS
Loading...