JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Baru 2 Bulan, Ketua KPU Karanganyar Mendadak Dilengser. Ada Apa? 

Ilustrasi
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

KARANGANYAR,JOGLOSEMARNEWS.COM Posisi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar yang mendadak berganti menuai sorotan. Pasalnya, Devid Wahyuningtyas yang baru menjabat sebagai ketua sejak dua bulan lalu, mendadak harus diganti di tengah jalan.

Dalam rapat pleno yang digelar beberapa waktu lalu, posisi devid wahyuningtyas digantikan oleh Triastuti Suryandari. Proses pergantian juga dilakukan tepat dua bulan menejelang pelaksanaan pesta demokrasi berupa pemilihan legislatif dan pemilihan presiden yang akan digelar pada tanggal 17 April 2019 mendatang.

Sejumlah pihak pun mempertanyakan proses penggantian Devid Wahyuningtyas yang terkesan mendadak dan pada momen yang dianggap kurang tepat.

Baca Juga :  Nasib PKL Pujasera Karanganyar, Sudah Omzet Anjlok 70 %, Kini Resah dan Gelisah Bakal Tergusur Kehadiran Food Court Terpadu!

Koordinator Masyarakat Handarbeni Karanganyar (Mahaka), Kiswadi Agus, menilai proses alih pimpinan KPU ini sangat aneh. Karena ketua dicopot mendadak dua bulan menjelang pelaksanaan pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (pilpres).

Menurut Agus, dari awal sudah diproses internal komisioner KPU. Saat penunjukkan ketua, lanjut Agus, dilakukan melalui rapat pleno dan disetujui oleh seluruh komisioner.

“ Pergantian ini kan aneh. Pada saat rapat pleno pemilihan ketua, seluruh komisioner telah sepakat memilih Devid Wahyuningtyas. Nah sekarang harus diganti ditengah jalan. Ini ada apa? Maaf saya tidak membela siapa pun, yang jelas saya melihat ada yang aneh dalam pergantian ini. Sepertinya ada nuansa politik kepentingan dalam proses pergantian ini,” ujar Agus, Senin (25/02/2019).

Baca Juga :  Tak Punya HP Android dan Kuota, Banyak Siswa Miskin di Karanganyar Kesulitan Belajar Daring. Anggota DPRD Dorong Pemerintah Buat Kampung Internet dari APBD

Disisi lain, Kurniawan, Wakil Sekretaris Partai Perindo, mengungkapkan, penggantian Ketua KPU ini, dilakukan dengan berbagai alasan dan pertimbangan.

“Kami khawatir, pergantian ini akan mengganggu kinerja KPU sebagai  penyelenggara pemilu. Kami juga menilai antar komisioner KPU tidak solid, pecah,” tegasnya. Wardoyo