loading...
Loading...
Kades Tegalrejo dan Dawung saat mengawasi pemadatan jalur Tegalrejo-Dawung yang terpaksa diperbaiki dari kocek mereka sendiri lantaran rusak parah dan bertahun-tahun tanpa tersentuh perbaikan. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Kondisi kerusakan infrastruktur kembali menyeruak di Sragen. Kali ini,datang dari wilayah Sragen timur.

Jalan antar desa antar kecamatan di Desa Tegalrejo, Kecamatan Gondang menuju Desa Dawung, Kecamatan Sambirejo, ternyata sudah bertahun-tahun terbiarkan dalam kondisi rusak parah.

Kondisi jalur vital sepanjang 2 kilometer itu yang banyak dihiasi gelombang dan lubang, sudah lama dikeluhkan warga. Tiadanya perbaikan dari pemerintah membuat harapan warga untuk merasakan jalan halus pun harus terpendam.

Beruntung, warga memiliki Kades yang masih bisa diandalkan dan punya jiwa besar untuk memikirkan rakyatnya. Kades di dua desa itu akhirnya tergerak turun tangan urunan dari kocek pribadi mereka untuk memperbaiki jalan poros antar desa tersebut.

Perbaikan yang dilakukan dengan pengurugan menggunakan sirtu dan dipadatkan itu diwujudkan mulai Minggu (10/2/2019). Total ada 25 rit sirtu yang didatangkan dengan uang pribadi Kades Tegalrejo, Heru Setyawan dan Kades Dawung, Paimin.

Baca Juga :  Kecelakaan Sragen, Tronton Ngeblong Sasak 4 Motor di Bangjo Makam SI. Sejumlah Motor Ringsek Terlindas, 6 Orang Pengendara Jadi Korban 

Tak hanya material, mereka juga berinisiatif untuk menyewa stoom wall untuk memadatkan urugan. Berkat kegigihan keduanya, akhirnya jalan penuh gelombang itu bisa kembali bisa dilewati sejak Rabu (13/2/2019).

“Kurang lebih hampir 6 tahun rusak belum dibangun. Padahal ini akses vital yang menghubungkan tidak hanya Tegalrejo dan Dawung, tapi juga akses ke desa-desa lain. Akhirnya kami dan Kades Dawung berinisiatif untuk urunan. Kalau harus menunggu perbaikan dari kabupaten, juga belum tahu kapan bisa dibangun. Karena sudah berulangkali kami ajukan proposal belum ada realisasi,” papar Heru Rabu (13/2/2019).

Heru menguraikan jalan itu sebelumnya memang pernah dibangun oleh DPU dari APBD Kabupaten sekitar 8 tahun silam. Namun setelah itu, nyaris tak pernah lagi tersentuh anggaran.

Baca Juga :  Diminta Angkat Kaki oleh DPU-PR, Puluhan PKL Jalan Diponegoro Sragen Resah dan Galau 

Dari 2 kilometer itu, yang masuk wilayah Tegalrejo sekitar 600 meter dan 1,4 kilometer masuk Desa Dawung. Keikhlasan kedua Kades itu akhirnya juga memantik empati dari salah satu warga pemilik Bengkel Jaya Abadi di Tegalrejo, Sutar, yang akhirnya terdorong untuk ikut membantu.

“Total kalau Rp 15 juta ya habis. Untuk beli 25 rit sirtu. Kalau sewa stoomnya Rp 5 juta saya bayar sendiri,” urai Heru.

Seorang pengendara motor melintasi jalan antar desa Tegalrejo dan Dawung yang usai diperbaiki, Rabu (13/2/2019). Foto/Wardoyo

Heru menguraikan inisiatif urunan itu murni berangkat dari keinginannya dan Kades Dawung untuk memperbaiki akses transportasi yang lebih layak untuk warga. Soal harapan ke Pemkab, pihaknya juga berharap ada respon untuk melakukan perbaikan.

“Sebenarnya kalau pengurugan juga sering kami lakukan dengan satu dua rit sirtu. Tapi kali ini cukup banyak karena kerusakan cukup parah. Kasihan karena itu akses penting untuk mobilitas warga, lalu anak-anak sekolah SD juga sebagian besar lewat situ,” ujar Kades Heru.

Baca Juga :  Amanat Upacara HUT RI di Taruna Sragen, AKBP Yimmy: Jangan Biarkan Anak Cucu Kita Hanya Jadi Penonton Keberhasilan Bangsa Lain! 

Kades Dawung, Paimin tak menampik jika sebagian besar jalan poros itu memang masuk wilayahnya. Seingatnya jalan itu memang sudah lama tak diperbaiki oleh DPU, sehingga kondisinya rusak parah.

“Dulu pernah dicor blok anggaran dari kabupaten. Tapi karena sudah lama dan nggak ada taludnya ya jadinya rusak. Akhirnya kami urunan dengan Pak Lurah Tegalrejo dan dibantu salah satu tokoh untuk mengurug dengan sirtu. Tujuannya agar warga dan pengguna jalan bisa kembali melewati serta akses transportasi warga bisa lancar. Kemarin-kemarin mobil kecil nggak ada yang berani karena jalannya berlubang dan nggasruk. Alhamdulillah sekarang sudah bisa dilewati mobil ,” terangnya. Wardoyo

Iklan
Loading...