JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Heboh Kemunculan Spanduk Misterius di Sejumlah Masjid di Karanganyar Kota. Isinya Melarang Tindakan Ini! 

Spanduk larangan politisasi yang ada di salah satu masjid di Karanganyar. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Spanduk larangan politisasi yang ada di salah satu masjid di Karanganyar. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Sejumlah Masjid di Karanganyar Kota mendadak berhiaskan spanduk berisi larangan menggunakan tempat ibadah untuk kegiatan politik. Tidak diketahui siapa pemasang spanduk misterius itu.

Namun kemunculan spanduk tersebut mendadak menjadi sorotan masyarakat. Kemunculan spanduk itu diantaranya di masjid Al Barokah, Janti,  serta Masjid Al Huda, Dukuh Banyak, kelurahan Jantiharjo, Kecamatan Karanganyar kota.

Di Masjid Al Barokah, yang tepat berada di depan Kelurahan Jantiharjo tersebut, terdapat spanduk yang bertuliskan, “ Tempat Ibadah Bukan Tempat Untuk Berpolitik”. Spanduk tersebut terpasang di bagian belakang atau di lokasi parkir Masjid.

Takmir Masjid Al Barokah, Remin mengatakan, jika spanduk tersebut sudah dua hari ini terpasang di masjid. Dia juga mengaku tidak mengetahui siapa yang memasang spanduk tersebut.

Menurut Remin, awalnya, spanduk tersebut berada tepat di depan masjid, namun sekarang oleh Takmir Masjid, dipindahka ke bagian belakang atau di lokasi parkir kendaraan.

Baca Juga :  Kronologi Tudingan Suntik Mati Pasien di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Berawal dari Pasien Keluhan Perut, 3 Jam Sesak Nafas Lalu...

“Kami tidak tahu siapa yang memasang. Sepertinya dipasang malam hari, karena saat sholat Isya kemarin, belum ada, tiba-tiba saat sholat Subuh,  sudah terpasang di depan. Kami juga tidak menegetahui siapa yang memasang, ” kata Remin, Kamis (28/02/2019).

Remin mengungkapkan, pihaknya tidak berani membuang spanduk tersebut, karena khawatir akan terjadi sesuatu. Ditambahkkannya, selama ini di Masjid yang dipimpinnya, tidak pernah ada kegiatan atau ceramah yang berbau politik, dan hanya kegiatan ibadah biasa.

“Selama ini, tidak pernah ada ceramah atau kegatan yang mengarah pada politik. Dalam pengajian 35 hari sekali, juga tidak pernah menyinggung politik. Kami hanya menghimbau agar jamaah masjid, masyarakat tetap tenang, serta ikut menjaga kondusivitas menjelang pemillu mendatang,” ujarnya.

Baca Juga :  Dilepas untuk Promosi ke Brigif Slawi, Dandim Karanganyar Sampaikan Padahal KTP dan KKnya Sudah Karanganyar

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Karanganyar, Agus Cipto Waluyo, mengatakan pemasangan spanduk tersebut bisa saja dilakukan atas insiatif masyarakat yang perduli terhadap perkembangan politik. Sehingga fungsi masjid  betul-betul digunakan sebagai  tempat ibadah.

“Soal pemasangan spanduk, bisa saja dilakukan oleh masyarakat yang merasa peduli dengan perkembangan dan situasi politik saat ini dengan meminta agar tempat ibadah tidak digunakan sebagai kegiatan politik,” kata Agus.

Sejauh ini, pemasangan spanduk tersebut belum berdampak signifikan terhadap situasi kemanan di Karanganayar.

“Sejauh ini tidak berdampak. Kami hanya menghmbau agar selurh masyarakat  untuk bersikap dewasa dalam pemilihan umum. Pemilu ini sebagai wahana demokrasi, bukan untuk saling fitnah, saling menjatuhkan. Pemilu untuk mencari pemimpin terbaik bagi bangsa ini,” ujarnya. Wardoyo