loading...
Loading...

SALATIGA,Joglosemarnews.com – Dirjen Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI, Arskal Salim meresmikan Mikrotik Academy IAIN Salatiga, Rabu (13/2/2019) petang.

Keberadaan Mikrotik Academy dimaksudkan untuk mempersiapkan lulusan IAIN Salatiga yang responsif terhadap perubahan zaman.

Acara peluncuran dibarengkan dengan seminar nasional bertajuk ‘Menakar Peluang dan Tantangan Generasi Milenial di Era Revolusi Industri 4.0’ yang digelar di Gedung B Kampus 3 Pulutan.

“Saya tidak akan berpanjang-panjang. Pesan saya dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 ini ada tiga, yakni need achievement, nutrition dan network,” ungkap dia di hadapan 200 mahasiswa yang hadir, sebagaimana dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.

Need achievement, lanjut dia, berkaitan dengan kebutuhan untuk berprestasi.

“Punya ambisi tapi bukan ambisius,” katanya.

Kedua terkait dengan nutrition berupa gizi untuk fisik dan pikiran.

“Untuk menambah gizi pikiran harus menambah soft skill, pergi ke seminar, workshop, termasuk perpustakaan,” imbuh Arskal.

Baca Juga :  Siswi SMP Jadi Korban Perkosaan Bapak Tirinya Sendiri. Ibunya Syok Saat Pergoki Aksi Bejat Suaminya 

Terakhir, network atau jaringan perlu dijalin baik lokal, regional, nasional mapupun internasional.

Sementara itu, Rektor IAIN Salatiga Rahmat Hariyadi megatakan tantangan di setiap zaman berbeda.

“Jika tahun 1960-an orang buta huruf adalah mereka yang tidak bisa membaca dan menulis. Saat ini mereka yang tidak kenal internet sama seperti buta huruf di tahun 1960-an,” papar dia.

Karena itu, lanjut Rektor mahasiswa IAIN Salatiga harus mampu beradaptasi menyesuaikan zaman.

Dengan diluncurkannya Mikrotik Academy IAIN Salatiga, diharapkan nantinya lulusan IAIN Salatiga memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi era Revolusi Industri 4.0.

“Ini rezeki kalian. Untuk IAIN ini (Mikrotik Academy) yang pertama, kalau perguruan tinggi negeri lainnya mungkin sudah banyak. Silahkan manfaatkan sebaik mungkin,” kata dia di hadapan ratusan mahasiswa yang hadir.

Baca Juga :  Ngabuburit Mancing, Bocah 9 Tahun Kemudian Ditemukan Tewas di Sungai 

Sekadar diketahui, Mikrotik Academy merupakan program Mikrotik, produsen perangkat lunak dan keras Eropa bagi siapa saja yang ingin belajar mengenai teknologi yang dikembangkan perusahaan tersebut dengan biaya murah. Mereka yang mengikuti program ini nantinya akan mendapatkan sertifikat bertaraf internasional.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAIN Salatiga, Moh Khusen mengatakan era Revolusi Industri 4.0 tidak bisa dihindari. Satu-satunya cara adalah berubah untuk bisa beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

“Perguruan tinggi harus membekali mahasiswa dengan tiga literasi baru yakni digital, teknologi dan human. Selain itu mahasiswa juga harus menambah literasi bahasa asing, kegiatan ekstrakulikuler untuk pengembangan kepemimpinan dan team work serta terakhir entreprenurship,” tambah dia.

Koordinator Mikrotik Academy Indonesia, Ziad Sobri dalam kesempatan itu mengatakan era Revolusi Industri 4.0 tidak hanya menjadi orang-orang dengan latar belakang pendidikan teknologi informasi.

Baca Juga :  Salut, Kapolres Ini Pilih Buka Bersama Dengan Anak-anak Yatim Piatu di Pondok Pesantren

“Semua orang berpeluang asalkan mau berubah,” imbuhnya.

Hal ini sudah dibuktikan oleh Ziad yang berlatar belakang pendidikan ekonomi. Selain mengisi acara seminar nasional, Ziad hadir untuk mempersiapkan sumber daya manusia untuk menjalankan Mikrotik Academy melalui training. Training diikuti tenaga pendidik dan kependidikan IAIN Salatiga Senin-Jumat (11-15/2/2019). suhamdani

Loading...