loading...
Loading...
Ilustrasi nyamuk. pexels

JOGLOSEMARNEWS.COM – Belakangan ini penyakit demam berdarah tengah melanda diberbagai wilayah di Indonesia. Kementerian Kesehatan meminta masyarakat untuk terus mewaspadai perkembangan nyamuk aedes aegypti penyebab penyakit ini harus diwaspadai hingga akhir bulan Februari.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Anung Sugihantono, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai perkembangan nyamuk pembawa penyakit DB.

Berikut tiga penyebab perkembangan nyamuk aedes aegypti

1. Mengabaikan genangan air
Menurut Anung, karena perubahan iklim, musim hujan pada 2018 telah bergeser hingga setidaknya akhir Februari 2019. Oleh karena curah hujan yang tinggi hingga akhir Februari, ia mengimbau masyarakat berjaga-jaga karena banyaknya genangan air yang diciptakan oleh hujan. Genangan air ini menjadi sarang bagi nyamuk untuk berkembang biak. Anung pun menyarankan untuk menguras habis genangan air yang ada di sekitar rumah dan daerah Anda.

Baca Juga :  Anak Pak Ustad di Miri Sragen Meninggal Terserang DB, DKK Langsung Gelar Fogging

2. Lalai memberantas sarang nyamuk
Pemberantasan sarang nyamuk atau PSN yang diabaikan masyarakat dapat membuat rentan terjangkit demam berdarah. Oleh karena itu, Anung berpesan agar masyarakat tidak meremehkan PSN. Cara yang sangat mudah, yaitu 3M Plus alias menguras, menutup dan mendaur ulang. Plus sendiri dimaksudkan dengan segala bentuk pencegahan ekstra berupa menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan dan menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk pada kulit.

Baca Juga :  Ini Tips dari Ahli Agar Tak Pikun Saat Tua Nanti

3. Menumpuk pakaian kotor
Selain genangan air, nyamuk juga sangat senang menghinggapi tumpukan baju kotor. Selain menjadi tempat favorit nyamuk akibat aroma tubuh manusia yang diserap baju tersebut, baju kotor juga menjadi tempat berkembang biaknya. Oleh karena itu, Anung menghimbau agar masyarakat selalu menjaga kebersihan, khususnya dalam mencuci seluruh pakaian kotor dengan bersih dan menyimpannya di tempat tertutup.

Baca Juga :  Ini Tips dari Ahli Agar Tak Pikun Saat Tua Nanti

www.tempo.co


Loading...