JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Ini Jumlah Kasus DB di Wonogiri, 1 Penderita Meninggal

Gerakan PSN di Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri.
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Gerakan PSN di Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri.

WONOGIRI,JOGLOSEMARNEWS.COM -Hingga pertengahan Februari 2019, tercatat ratusan warga Wonogiri menderita Demam Berdarah (DB). Dari jumlah itu seorang di antaranya meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Wonogiri, Adhi Dharma menyebutkan, sejak awal tahun hingga pertengahan Februari tercatat 117 penderita DB di Wonogiri. Mereka menyebar di sejumlah kecamatan yang ada.

“Untuk Wonogiri, sekarang penderita meninggal di Kecamatan Purwantoro,” kata dia di sela tasyakuran pembangunan Puskesmas Wonogiri 1, Selasa (19/2/2019).

Baca Juga :  Catat Lur Ternyata Jumlah Tenaga Kesehatan yang Terkonfirmasi Positif COVID-19 Dari Klaster RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Mencapai Angka 79, Tapi yang Sudah Sembuh Hampir Setengahnya

Dia menerangkan, saat ini siklus DB memang tengah naik. Hal ini terjadi tidak hanya di Wonogiri, melainkan se-Indonesia. Khusus Jateng paling banyak ditemukan kasus di Sragen.

“Upaya penanganan melalui PSN (pemberantasan sarang nyamuk), melalui 3M plus (menguras, menutup, mengubur),” jelas dia.

Soal lain, kasus gizi buruk yang belum disembuhkan ada 2, dari total 18 kasus. Sedangkan dari awalnya 158 balita stunting, setelah ditangani tersisa 109 anak. Kasus gondok kretin 1.038 bisa dioperasi 197 orang.

Baca Juga :  Diduga Korban Pembunuhan Mayat Tinggal Kerangka di Giriharjo Puhpelem Wonogiri, Korban Sempat Menjual Sepeda Motor Honda Beat

“Pembangunan bidang kesehatan sejak 2016 meningkat. Dari anggaran awalnya Rp 53 miliar, pada 2018 sudah Rp 101 miliar. Ini komitmen pemkab untuk meningkatkan akses kesehatan,” terang dia. Aris Arianto