JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Jelang Pilkades, Bupati Karanganyar Tantang Warga Tak Terima Politik Uang. Sebut Rp 50.000 Bisa Bikin Tak Rukun!

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi suap politik uang

KARANGANYAR- Bupati Karanganyar Juliyatmono mengapresiasi terbentuknya Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu dijadikan desa Bawaslu.

Ia pun  menantang dalam penyelenggaran pilkades 20 Februari mendatang agar dilaksanakan pemilu yang jujur, bersih dan baik.

Juliyatmono meminta dalam pilkades nanti tidak usah memakai uang atau politik uang.

“Apa artinya uang Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu membuat masyarakat menjadi tidak rukun satu sama lain. Saya minta dalam pilkades nanti hindari politik uang,” ungkap orang nomor satu di Karanganyar ini saat menghadiri launchcing Desa Bawaslu di Karanglo.

Baca Juga :  DPC PDIP Karanganyar Kurban 2 Ekor Sapi dari Rober dan Dolfi. Tapi Baru Akan Disembelih Besok Pagi, Ini Penjelasan Ketua DPC PDIP Karanganyar Sebut Ini Alasannya!

Dia meminta jika nanti dalam penyelenggaran benar-benar bersih atau tanpa politik uang, Pemkab akan memberikan pembangunan yang baik untuk desa Karanglo.

Tidak usah menerima uang dari calon kepala desa, dan jika ini berhasil pihaknya akan memberikan suport dana untuk pembangunan di Desa Karanglo. “Lounching desa Bawaslu bukan hanya upacara saja tapi saya ingin benar-benar melihat demokrasi yang bersih dan bermartabat di desa ini,” imbuhnya. Wardoyo

Baca Juga :  Poster Habib Riziq Dibakar, Puluhan Massa Ormas Islam Geruduk Polres Karanganyar. Desak Pelaku Pembakaran Diproses Hukum!