loading...
Loading...
Istimewa

SOLO– Minggu pagi (10/2/2019) tampak puluhan orang dengan kostum unik berdiri berjajar di pinggir jalan Dr. Rajiman tepatnya di sekitar perempatan Baron, Tipes, Serengan, Solo. Kaum Bapak – Bapak mengenakan berbagai macam topeng . Sedangkan ibu-ibu mengenakan gamis pakaian hitam dengan hijab kuning dan berbagai asesoris penghias. Mereka tak lain dan tak bukan adalah kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Surakarta yang antusias mengikuti kegiatan flasmob.

Baca Juga :  Menembus Batas, Ketua PWM Jateng Resmikan Sekolah Unggul

Ketua Umum Dewan Perwakilan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kota Surakarta, Abdul Ghofar Ismail menyatakan, flashmob diadakan bertujuan untuk mengenalkan PKS, lengkap dengan program-program terobosannya.

“Kami mensosialisasikan visi misi kami (PKS-red) seperti penghapusan STNK sepeda motor dan SIM seumur hidup, RUU Perlindungan Ulama serta lainnya. Selain itu, peserta flashmob juga mengenalkan visi-misi dan program dari Pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Prabowo-Sandi,” tuturnya.

Baca Juga :  Pilwakot Solo 2020, Meski Tidak Mudah, Tiga Nama Bakal Jajal Jalur Independen

Setidaknya ada 5 variasi gerak flashmob dengan berbagai iringan lagu-lagu hits masa kini. Selain flashmob, peserta juga melakukan simulasi cara mencoblos surat suara pada 17 April 2029 mendatang. Flashmob diadakan serentak di Solo, selain di perempatan Baron, flashmob yang serupa diadakan di daerah Jebres tepatnya di perempatan Panggung.

Baca Juga :  Bupati Karanganyar Juliyatmono Usul Pembentukan Provinsi Solo Raya, Ganjar Pertanyakan Urgensinya

“Harapannya acara flashmob bisa menjadi sarana PKS untuk lebih dekat dan berkhitmad untuk rakyat. Mencerahkan masyarakat dengan kampanye unik dan kreatif agar terus ingat dengan PKS,” pungkas Ghofar. Triawati PP

Loading...