loading...
Loading...
Kondisi kapal tua yang ditemukan di Plupuh dan disebut-sebut peninggalan VOC. Kini sudah dievakuasi di Taman Tirtasari Sragen Kota. Foto/Wardoyo

SRAGEN – Pemkab Sragen belum berani memastikan bahwa kapal yang ditemukan pada tahun 1997 lalu adalah kapal milik VOC di jaman Belanda. Kapal yang terbuat dari baja tua tersebut ditemukan dipinggiran Sungai Bengawan Solo, Desa Karanganyar, Kecamatan Plupuh, Sragen dan kini sudah dipindah ke Taman Tirtasari Sragen.

“Ini sebenarnya kapal apa? Tahun berapa? Justru kami minta petunjuk bentuknya seperti apa,” kata Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, kepada wartawan, Jumat (8/2/2019)

Baca Juga :  Sakit Hati Pacarnya Diguna-guna dan Dinodai, Jadi Motif Pengeroyokan Sadis Juragan Ayam di Mondokan Sragen 

Yuni mengakui sebenarnya Pemkab juga masih meraba-raba tentang fakta kebenaran bahwa itu adalah Kapal VOC di jaman Hindia Belanda. Namun terlepas dari itu, penempatan kapal itu di Taman Tirtasari ditujukan agar kapal itu bisa dilihat banyak orang.

“Yang jelas tempatnya tetap di sini supaya orang bisa lihat, kita yang akan merenovasi tetapi harus jelas dulu bentuk dan sebagainya,” ujarnya.

Yuni mengaku tidak punya anggaran khusus untuk mempercantik kapal tersebut. Tetapi dia memastikan akan diusulkan dalam  APBD Perubahan 2019 nanti.

Baca Juga :  Pencurian Listrik Marak, PLN dan Polres Sragen Operasi Besar-besaran di Sambirejo. Manajer PLN: Desa Dawung Sudah Lama Jadi TO Bertahun-Tahun! 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sragen, Suwardi menambahkan, sekarang ini pihaknya masih menelusuri tantang asal-muasal kapal yang terbuat dari besi baja tersebut. Kalau benar itu kapal VOC seperti kata orang, pihaknya ingin tahu kebenarannya.

“Sekarang kita coba telusuri. Ada yang bilang itu jaman VOC, tapi kapan? Kita cari terus dokumennya dan belum kita temukan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kalah Dukungan PAC, DPP Tetap Putuskan Adik Bupati Pimpin DPC PDIP Sragen. Sugiyamto Didapuk Jadi Bendahara 

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sragen, Nugroho mengatakan, kapal itu sebenarnya sudah lama ditemukan, pada tahun 1997 lalu. Kapal itu sudah menancap di sana, Sungai Bengawan Solo Desa Karanganyar, Kecamatan Plupuh.

“Kita nggak berani restorasi karena nggak punya nilai sejarah. Kita belum tahu ini jaman apa dan kapal ini dulunya digunakan untuk apa,” papar Nugroho. Wardoyo

Iklan
Loading...