JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Mau Tahu Rekam Jejak Caleg Petahana, Silakan Buka Rekamjejak.net yang Diluncurkan ICW

pemilu
Ilustrasi
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
pemilu
Ilustrasi

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Banyak masyarakat tidak paham mengenai sosok dan rekam jejak para calon legislatif (Caleg) dalam pemilihan umum 2019.

Karena itu,  Lembaga Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis platform rekamjejak.net untuk memfasilitasi masyarakat yang memiliki hak pilih dalam mencari tahu profil para calon anggota legislatif petahana.

Peneliti ICW, Almas Sjafrina mengatakan, platform sejenis sebenarnya sudah ada. Namun, kata dia, lewat rekamjejak.net masyarakat bisa menelusuri sejarah para caleg secara lebih mendalam terutama terkait isu korupsi dan pemberantasan korupsi.

“Rekamjejak jauh lebih terbatas dibandingkan yang lain. Kami hadir untuk melengkapi yang sudah ada dan fokus pada caleg petahana soal isu korupsi,” katanya di Conclave Wijaya, Jalan Wijaya 1, Jakarta,  Minggu (24/2/2019).

Baca Juga :  Perpanjangan Status Tanggap Darurat Covid-19, Sri Sultan Undang Semua Kepala Daerah

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Charta Politika, Yunarto Wijaya, mengatakan budaya literasi masyarakat Indonesia sangat rendah. Bahkan, kata dia, para pengguna internet malas untuk mencari tahu tentang informasi yang berbobot.

Yunarto berujar, suatu ironi jika pengguna internet di Indonesia bertambah namun tidak diiringi dengan kesadaran literasi. Ia menuturkan yang tampak dari masyarakat Indonesia hanya peningkatan jumlah pengguna media sosial seperti Facebook dan Twitter.

Baca Juga :  Hadapi Pilkada 2020, Demokrat Gandeng PAN

“Masyarakat kita itu malas mencari yang termasuk isu serius. Contoh, mereka lebih cari tahu caleg dan capres jejak masa mencari di hashtag di Instagram dan Twitter. Bukan mencari di literasi, KPK, atau tempat lainnya,” kata Yunarto.

Ia berharap kehadiran rekamjejak.net dapat membantu masyarakat dalam menyambut Pemilihan Umum 2019 yang berlangsung serentak. Pasalnya, ingar bingar pemilihan caleg kalah dengan kemeriahan pemilihan presiden.

Yunarto menuturkan, media condong mengedepankan pemberitaan mengenai visi misi, program, dan rekam jejak para calon presiden ketimbang caleg.

“Caleg itu tenggelam euforianya dalam pilpres,” ucapnya.

www.tempo.co