KH Asroful Anam saat memberikan keterangan pers ke wartawan di sela menghadiri Harlah Pagar Nusa dan doa bersama bela kyai di GOR Diponegoro Sragen, Sabtu (9/2/2019). Foto/Wardoyo
KH Asroful Anam saat memberikan keterangan pers ke wartawan di sela menghadiri Harlah Pagar Nusa dan doa bersama bela kyai di GOR Diponegoro Sragen, Sabtu (9/2/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Agenda peringatan Harlah ke-33 Pagar Nusa dan pernyataan sikap Bela Kyai yang diikuti ribuan santri dan pendekar Pagar Nusa di GOR Diponegoro Sragen, Sabtu (9/2/2019) memunculkan pernyataan tegas dari ulama.

Salah satu ulama besar di Magetan, Jatim yang hadir dalam kegiatan itu menegaskan betapa besarnya peran ulama dan kyai dalam menopang kondusivitas dan ketentraman di negeri ini.

Baca Juga :  18 Pengacara Sragen Rame-Rame Laporkan Bupati dan Pimpinan PT Glory ke Polres. Terkait Kasus Jalan dan Pembangunan Pabrik di Ngrampal

Adalah KH Asroful Anam, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Burhan Magetan, Jatim yang melontarkan pernyataan itu. Di hadapan wartawan, usai memberikah tauziah dan memimpin doa bersama, Asroful menyampaikan peran ulama dan kyai di negeri ini sangat penting.

“Subhanallah, lebih penting. Negeri ini, tanpa ulama hancur. Ini Alquran dan Hadist. Negara ini tanpa ulama sudah hancur kemarin-kemarin. Diacak-acak orang-orang yang tak bertanggungjawab,” ujar Asroful Anam.

Advertisement
Baca Juga :  Siap-Siap, Perubahan SOTK Sragen Segera Berlaku. Dinkop UMKM dan Jabatan Kabid Hilang, Jabatan Fungsional Diperbanyak

Karenanya, ia mengajak semua pendekar Pagar Nusa dan santri di Sragen untuk mengikuti jejak ulama, dan membela ulama sampai mati. Ia juga menyerukan bahwa ulama adalah harga mati dan Pagar Nusa sebagai garda terdepan yang harus mengawalnya.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua