loading...
Loading...

YOGYAKARTA, Joglosemarnews.com – Koleksi perpustakaan SD di Kota Yogyakarta masih didominasi buku-buku pelajaran dan minim buku bacaan. Padahal, idealnya buku-buku bacaan di luar pelajaran diperlukan untuk memperluas wawasan siswa.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko. Ia  mengatakan hampir 50 persen perpustakaan SD masih perlu perbaikan.

Perbaikan yang dimaksud bukan perbaikan secara fisik, melainkan dari segi koleksi. Menurut temuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, koleksi perpustakaan SD di Kota Yogyakarta masih terbatas pada buku pelajaran.

Baca Juga :  UGM : Gelar Guru Besar Amien Rais Tidak Berlaku Karena Sudah Pensiun

“Semua SD di kota sudah punya perpustakaan, tetapi sekitar 50 persen yang masih perlu perbaikan, kalau angka mungkin sekitar 50 hingga 60 perpustakaan,” katanya, Minggu (17/2/2019).

Dikatakan Wahyu, kebanyakan perpustakaan sekolah memiliki bahan pustaka berupa buku pelajaran. Buku non pelajaran jumlahnya sanat minim.

Baca Juga :  UGM : Gelar Guru Besar Amien Rais Tidak Berlaku Karena Sudah Pensiun

“Padahal buku lain selain buku paket pelajaran kan juga penting, supaya pengetahuan pemustaka semakin luas,” lanjutnya.

Menurutnya perpustakaan bukan hanya sekadar pelengkap di sekolah, melainkan suporting unit di sekolah. Oleh sebab itu perlu pengembangan untuk meningkatkan wawasan siswa.

Selain bahan koleksi yang masih minim, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta juga menemukan pustakawan yang tidak fokus mengurusi perpustakaan. Padahal pustakawan penting bagi kelangsungan perpustakaan.

Baca Juga :  UGM : Gelar Guru Besar Amien Rais Tidak Berlaku Karena Sudah Pensiun

www.tribunnews.com

Loading...