JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Misteri Pemuda Remuk Tergilas dan Terseret Kereta Api di Gemolong Sragen, Polisi Ungkap Korban Sengaja Bunuh Diri. Ini Pemicunya! 

Kapolsek Gemolong AKP I Ketut Putra saat memimpin olah TKP. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kapolsek Gemolong AKP I Ketut Putra saat memimpin olah TKP. Foto/Wardoyo

SRAGEN,JOGLOSEMARNEWS.COM – Misteri kecelakaan maut pemuda tertabrak kereta api hingga hancur di Ngembatpadas, Gemolong, Rabu (27/2/2019) akhirnya terjawab.  Hariyanto (22), pemuda warga Kedungtombro RT 02, Desa Lemahireng, Kecamatan Kemusu, Boyolali yang tewas itu diduga sengaja mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri menabrakan tubuhnya di rel kereta api.

Dugaan aksi bunuh diri itu dibenarkan dari hasil olah TKP Polsek Gemolong. Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Gemolong AKP I Ketut Putra menyampaikan korban terindikasi kuat memang sengaja bunuh diri.

Hal itu diperkuat dengan kesaksian warga di sekitar lokasi yang sempat memergoki korban mondar-mandir di lokasi perlintasan sebelum kejadian di perlintasan kereta api Dukuh Sidomulyo RT 24, Kelurahan Ngembat Padas, Kecamatan Gemolong, Sragen.

Baca Juga :  Lagi, Satu Warga Gemolong Sragen Suspek Covid-19 Meninggal Dunia. Sempat Ngeluh Sakit Perut, Jadi Kasus Meninggal ke-37

“Korban sempat memarkirkan sepeda motor miliknya di sebelah rel KA. Sebelumnya korban terlihat sempat mondar-mandir dan menyeberang dari arah barat ke timur rel KA. Begitu ada KA barang Nomor 2721E No Loko CC 2061368 korban serta-merta langsung tengkurap di rel KA dengan posisi kepala berada di sebelah barat di atas rel,” papar Kapolsek Kamis (28/2/2019).

Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Menurut keterangan keluarga, korban juga sempat mengeluhkan mengalami depresi.

Baca Juga :  Rayakan HUT ke-47, KNPI Sragen dan Pemuda Diminta Jaga Kondusivitas Jelang Pilkada. Bupati Pesan Agar Ikut Bantu Tangani Covid-19

Hal itulah yang diduga memicu korban menempuh jalan pintas mengakhiri hidupnya. Lantas sebelum kejadian, korban sudah diteriaki sejumlah warga, namun korban tidak menghiraukan.

Tubuh korban tersebut tertabrak dan terseret kereta api sejauh 50 meter.

Korban meninggal seketika di lokasi kejadian, dengan luka berat pada kepala terpisah dari badannya dan tangan kanan kiri patah serta kaki kanan kiri ikut patah.

Dari keterangan saksi, korban mengalami depresi berat dan tidak mampu menghadapi beban yang sedang dihadapi.

“Jasad korban kemudian kita serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” tandas AKP Ketut. Wardoyo