JOGLOSEMARNEWS.COM Umum

Voter PSSI ‘Dari Jogja untuk Indonesia’ Desak KLB PSSI Dipercepat

Ilustrasi sepakbola. pixabay
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
pixabay

JOGLOSEMARNEWS.COM – Desakan dipercapatnya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI semakin mencuat. Hal itu disuarakan oleh sejumlah perwakilan klub dan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI yang tergabung dalam forum ‘Dari Jogja untuk Indonesia’.

Desakan dipercepatnya KLB PSSI lantang disuarakan perwakilan lima voter (pemilik suara) yang hadir pada pertemuan tersebut diantaranya Soekeno (CEO PT Putra Sleman Sembada), Bambang Kuncoro (Ketua Umum Asprov PSSI DIY), Esti Puji Lestari (Persijap Jepara), Dedi M Lawe (Persis Solo), dan Gembong Pranowo (Persinga Ngawi).

“Kami mewakili klub dan pengurus Asprov yang menginginkan KLB PSSI dipercepat. Ini hasil dari pertemuan lima pemilik suara yang mewakili hampir dua pertiga pemilik suara yang menginginkan perbaikan di PSSI,” papar Sekjen Persis Solo Dedi M Lawe usai rapat sejumlah voter di The Rich Jogja Hotel, Sleman, Rabu (27/2/2019) kemarin.

Menurutnya, sebanyak 2/3 voter mengharapkan adanya perbaikan di tubuh PSSI dan persepakbolaan di Indonesia.

Cara itu diakui para voter dilakukan lewat KLB yang efektif dipercepat pelaksanaanya.

“Mereka (teman-teman voter lainnya-red) tidak bisa datang tetapi sepakat dengan apa yang sudah diputuskan mengenai percepatan KLB. Hal ini dilakukan berdasar pertimbangan hasil Kongres PSSI di Bali dan perkembangan situasi PSSI pada saat ini, sesuai ketentuan statuta kami akan segera mengajukan surat permintaan KLB ke PSSI,” kata Dedi.

Baca Juga :  Umat Muslim Dilarang Berpuasa di Hari Tasyrik, Ini Amalan yang Bisa Dilakukan di 3 Hari setelah Idul Adha

Desakan percepatan penyelenggaraan KLB PSSI, lanjut Esti Puji Lestari, merupakan wujud keprihatinan atas kondisi federasi tertinggi sepak bola Indonesia yang kini dalam masa kritis, menyusul penetapan Plt Ketum PSSI Joko Driyono sebagai tersangka kasus pengaturan skor pertandingan. Ia diduga mencuri, menghilangkan dan merusak barang bukti.

Penetapan Joko Driyono sebagai tersangka pada akhirnya menambah deretan pengurus PSSI yang terjerat pidana dan diproses hukum oleh Satgas Pemberantasan Mafia Sepak Bola.

Sebelumnya sudah ada anggota Komite Eksekutif PSSI sekaligus Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Tengah Johar Ling Eng, mantan anggota Komite Wasit PSSI Priyanto, anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto dan staf direktur penugasan wasit di PSSI Mansyur Lestaluhu.

“Voter mendesak digelarnya KLB itu kan tidak salah. Adanya desakan percepatan itu (KLB) setidaknya merespon agar PSSI bisa segera bergerak (memproses KLB), karena sampai saat ini kami sebagai voter tidak tahu sudah sejauh mana langkah PSSI untuk melaksanakan KLB,” kata Esti.

Baca Juga :  Viral, Video Seorang Pria Nekat Minum Darah Segar dari Sapi Kurban yang Baru Disembelih

“Apakah sudah menyampaikan rencana KLB ke FIFA atau menyiapkan pelaksanaannya. Kami tidak mendapat informasi apa pun. Jadi kami akan mengingatkan dan mengawal rencana itu. Dan kami menginginkan KLB disegerakan,” imbuhnya.

Pernyataan senada disampaikan perwakilan Persinga Ngawi, Gembong Pranowo, yang mengatakan bahwa dirinya sudah berkomunikasi dengan satu diantara anggota Exco PSSI mengenai mekanisme digelarnya KLB.

Termasuk menanyakan apakah sebelum digelar KLB harus terlebih dulu berkonsultasi pada FIFA.

“Okelah PSSI sudah merespon untuk melaksanakan KLB. Tapi kapan itu digelar juga belum ada sosialisasinya sampai harus menemui FIFA dahulu. Saya kira tidak perlulah datang langsung ke Swiss (markas FIFA) hanya untuk sekedar laporan (KLB), cukup memberitahu lewat surat elektronik,” jelasnya.

Saat disinggung apakah pada pertemuan voter tersebut juga sempat dibahas sosok untuk mengisi posisi ketua umum PSSI, CEO PT PSS, Soekeno, mengakui hal tersebut.

“Sempat memang dibahas termasuk figur-figur (calon) ketua umum sudah ada, tapi masih prematur kalau dimunculkan sekarang. Terpenting digelarnya segera KLB ini dahulu saja,” pungkas Soekeno.

www.tribunnews.com