JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Nyeri Dada Tidak Selalu Gejala Penyakit Jantung, Bisa Jadi Sakit Ini

Ilustrasi nyeri dada. pexels
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi nyeri dada. pexels

JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebagian besar orang selalu mengaitkan nyeri dada dengan penyakit jantung. Saat mengalami nyeri di dada seseorang pastinya takut telah terkena serangan jantung.

Tetapi, nyeri di dada tidak melulu berkaitan dengan masalah jantung. Dilansir dari WebMD dan Times of Iindia, berikut adalah penyakit dengan gejala nyeri dada selain penyakit jantung.

1. Asam lambung

Ketika Anda mengalami refluks asam alias sakit maag, asam lambung dalam perut yang menghubungkan kedua tenggorokan dan perut atau esofagus akan naik dalam tenggorokan dada.

Oleh karena itu, asam lambung yang sangat asam dapat menyebabkan sensasi terbakar di dekat dada, tepat di belakang tulang dada Anda. Hal ini juga dikenal sebagai penyakit gastroesophageal reflux (GERD). Jika tidak diobati, ini dapat menyebabkan penyumbatan pada dada, asma atau penyakit yang lebih parah lainnya.

Baca Juga :  Hand Sanitizer Bisa Sebabkan Iritasi Kulit Anak, Begini Tips Dokter Agar Tetap Aman

2. Pneumonia dan pleuritis

Pleuritis adalah radang paru-paru dan radang rongga dada. Hal ini menyebabkan nyeri akut pada pernapasan atau lebih tepatnya saat Anda batuk. Salah satu alasan untuk nyeri dada pleuritik adalah infeksi virus.

Selain itu, pneumonia merupakan infeksi paru-paru dan dapat menyebabkan nyeri dada yang dalam. Hal ini dapat menyebabkan batuk, demam atau batuk disertai dengan nanah. Oleh karena itu, nyeri dada juga dapat mengindikasikan dua masalah pada paru-paru Anda.

Baca Juga :  Hand Sanitizer Bisa Sebabkan Iritasi Kulit Anak, Begini Tips Dokter Agar Tetap Aman

3. Penyakit arteri koroner (CAD)

Penyakit ini tidak persis serangan jantung tapi tetap menyangkut jantung Anda. CAD adalah penyumbatan pada pembuluh darah jantung, yang dapat mengurangi aliran darah dan oksigen ke otot-otot jantung. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit pada angina. Namun, ini tidak akan mempengaruhi hati dan jantung secara permanen.

www.tempo.co