JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Parah, Baru 4 Bulan Kelar Proyek Talud Besar di Juwok Sukodono Sudah Hancur. Netizen Sindir Biar Dapat Untung Banyak 

Kondisi talud di Juwok Sukodono yang jebol diterjang hujan padahal baru empat bulan selesai dibangun Senin (4/2/2019). Foto/Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kondisi talud di Juwok Sukodono yang jebol diterjang hujan padahal baru empat bulan selesai dibangun Senin (4/2/2019). Foto/Istimewa

SRAGEN- Kualitas pekerjaan proyek fisik di bawah Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPU PR) kembali dipertanyakan. Ini menyusul ambrolnya proyek talud berukuran besar di Dukuh Juwok dan Gonggangan, Kecamatan Sukodono.

Padahal proyek itu baru selesai dibangun empat bulan silam. Talud beranggaran ratusan juta itu jebol dan ambrol Senin (4/2/2019) petang.

Ambrolnya talud itu terungkap dari laporan warga Selasa (5/2/2019). Kondisi talud yang jebol juga diunggah di akun FB Sudirman ke grup Kumpulan Wong Sragen (KWS). Dalam akunnya, ia mengunggah foto kondisi talud yang sudah ambrol dan menuliskan status ”

Talut lagi winggi di bangun winggi bulan 7 kog wes ambrol kie pye lurrrr telurrr,”.

Baca Juga :  Berikut Daftar Lengkap 23 Motor Barang Bukti Curanmor Yang Diamankan Polres Sragen. Masyarakat Dipersilakan Mengambil Gratis dengan Syarat Surat Ini!

Unggahan itu langsung disambut berondongan komentar bernada keprihatinan. Salah satunya akun Suwardi yang menyoroti pelaksana pekerjaan yang dianggap ingin untung banyak.

Dia menulis komentar “Panitia ne ben entk bati okeh mas kui .proyeke kui yo ora di survei yen wis rampung mas jare sing penting spjne,”.

Lantas ada akun Mazdha Bharata Kusuma yang menyindir “pakett hemat benn proyeke hasilee akeh,”.

Data yang dihimpun dari Pemkab, ambrolnya talud terjadi pukul 15.00 WIB. Talud yang ambrol berada di Dukuh  Juwok RT 14 dan Dukuh Gonggangan RT 03. Talud ambrol akibat diguyur hujan deras.

Baca Juga :  Alhamdulillah, 5 Hari Berjuang Melawan Covid-19, Kades Tegaldowo Gemolong Akhirnya Dinyatakan Sembuh. Satu Nenek asal Tanon Juga Menyusul Sembuh

Dari camat juga melaporkan talud tersebut merupakan proyek talud dan cor jalan DPU PR yang baru selesai dibangun 4 bulan silam.

Sebagai pengaman, pihak warga sekitar memberi tanda pengaman di kedua ujung jalan. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari dan mengingatkan pengendara agar tak terperosok ke dalam talud yang ambrol.

“Jelas sangat merugikan masyarakat Mas. Bayangkan dana ratusan juta sama saja dibuang-buang. Kalau konstruksinya kuat, saya yakin nggak akan ambrol. Lha baru saja selesai, masa kena hujan saja sudah jebol. Padahal bangunan lain yang sudah lawas juga enggak apa-apa,” ujar Sugi, warga setempat. Wardoyo