JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pasien Obesitas 148 Kg Ini Ditangani Dokter Spesialis dan Subspesialis dan 11 Disiplin Ilmu

obesitas dirawat
Tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

BANDUNG– Sebanyak 11 disiplin ilmu, dokter spesialis dan subspesialis diterjunkan dalam sebuah tim untuk menangani pasien obesitas berbobot 148 kilogram, Ny S di RSU Pusat dr Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Pasien yang berasal dari Karawang, Jawa Barat itu dirawat sejak Jumat (1/2/2019) lalu. Keluhannya menurut tim dokter, yaitu sesak nafas dan sakit badan karena berat badan berlebih.

Direktur Utama RSHS Bandung Nina Susana Dewi mengatakan, pasien datang dengan keluhan berat badan jauh melebihi normal atau dikenal sebagai obesitas. RSHS pun telah membentuk tim untuk menangani pasien berusia 39 tahun itu.

Baca Juga :  Dua Kantor Sekretariat Partai di Bogor Diteror Bom Molotov, Sekjen PDIP Buka Suara

“Tim ini melibatkan 11 disiplin ilmu, spesialis dan subspesialis,” katanya Senin (4/2/2019).

Tim dokter melakukan perawatan dan pemeriksaan karena membutuhkan waktu untuk dapat mendiagnosis dengan pasti. Setelah itu tim dokter akan melakukan tindakan yang diperlukan pasien.

“Kondisinya membuat kualitas hidup pasien menurun,” kata anggota tim dokter Hikmat Permana.

Spesialis konsultan endokrin metabolik diabetes itu mengatakan, tim akan mengurasi masalah pernafasan dan aktivitas pasien. Kondisi terakhir yang mengkhawatirkan, yaitu pasien sudah sulit bergerak apalagi berjalan.

“Setelah berjalan tiga tahun, obesitasnya tidak bisa langsung turun dengan cepat,” ujar Hikmat.

Baca Juga :  Tiga Gempa Terjadi di Sepanjang Libur Akhir Pekan

Upaya menurunkan berat badan pasien itu lewat diet maupun olahraga. Jika tidak berhasil, dokter akan melakukan pembedahan beriatrik.

“Yaitu operasi mengecilkan volume lambung dengan cara membuang dua pertiga organ lambung,” kata Reno Rudiman, dokter spesialis konsultan bedah digestif (bedah pencernaan).

Selain itu, ada hormon ghrelin yang dibuang sehingga mengurangi rasa lapar pasien pasca operasi. Selain diet dan olahraga, syarat lain yaitu kondisi organ vital seperti jantung, paru-paru, harus bagus.

“Baru pembedahan bisa dilakukan,” kata Reno.

www.tempo.co