JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Remaja di Mondokan Sragen Jadi Korban Penganiayaan Sadis. Disekap, Dipukuli Beramai-ramai dan Disulut Rokok Hingga Telinga Berdarah 

Ilustrasi pengeroyokan
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi pengeroyokan

SRAGEN- Aksi penganiayaan sadis yang dilakukan beberapa orang terjadi di Mondokan, Sragen. Seorang remaja di bawah umur berinisiap MW (17) asal Dukuh Pare, Desa Pare, Mondokan mengalami luka parah setelah dikeroyok dan dianiaya secara sadis.

Pelaku diperkirakan berjumlah empat orang dengan mayoritas masih ABG dan terdeteksi berstatus pelajar. Korban mendadak diboncengkan paksa, disekap di sebuah rumah dekat SMKN Mondokan lalu dianiaya beramai-ramai.

Di rumah itu, remaja tersebut dipukuli, disundut api rokok di bagian pipi, leher dan wajahnya hingga mengalami luka bakar.

Tak cukup sampai di situ, korban juga dihajar berulangkali hingga tersungkur dan telinganya mengeluarkan darah. Aksi penganiayaan biadab itu terungkap ketika orangtua korban, SUL (42) melaporkan apa yang menimpa putranya ke Polsek Mondokan, Senin (4/2/2019).

Baca Juga :  Terus Mengganas, Hari Ini 4 Warga Sragen Kembali Positif Terpapar Covid-19, Tiga Meninggal Dunia. Total Kasus Positif Sudah Capai 110

Di hadapan petugas, ia bersama putranya melaporkan penganiayaan beramai-ramai yang menimpa putranya.

Aksi penganiayaan itu terjadi pada Kamis (31/1/2019) sekira pukul 15.00 WIB di sebuah rumah penitipan sepeda di Dukuh Sukocipto, Desa Kedawung, Mondokan.

“Kronologisnya, korban awalnya chat janjian dengan seorang perempuan pada hari kejadian. Mereka janjian ketemuan di depan SMKN 1 Mondokan. Setiba di depan SMK, korban didatangi dua pelaku yang kemudian menanyakan apakah menunggu seorang perempuan. Korban lalu dibawa ke sebuah rumah penitipan sepeda motor di timur SMKN 1 Mondokan. Di rumah itu, sudah ada beberapa pelaku yang kemudian menganiaya korban,” papar Kapolsek Mondokan, AKP Sudira mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan, Senin (4/2/2019).

Baca Juga :  Jelang Pengesahan Ribuan Pendekar, Semua Pengurus Perguruan Silat di Jenar Berkumpul di Kandang Sapi Teken Kesepakatan. Bupati Tegaskan Siap Beri Izin, Tapi Ada Persyaratannya!

Di rumah itu, korban seperti di sarang penyamun. Tanpa basa-basi, pelaku yang berjumlah lebih dari dua orang itu membabi buta menganiaya korban.

Dari keterangan korban, dia dipukuli, ditendang berulangkali oleh beberapa pelaku. Kemudian leher, wajah dan pipinya disundut pakai api rokok yang menyala.

Dalam kondisi pasrah, pelaku terus menghajar korban hingga tak berdaya. Akibat pukulan itu, korban mengalami luka lebam, luka bakar sundutan rokok dan telinganya mengeluarkan darah.

“Dari hasil penyelidikan, pelaku berjumlah empat orang. Yang kita tangkap ada tiga, satu orang masih kita kejar,” ujar AKP Sudira. Wardoyo