JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

PD BPR BKK Karangmalang Bangun Teamwork Berbasis Coaching

Dok Amalia Consulting
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Dok Amalia Consulting

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Persaingan lembaga keuangan, tidak terkecuali Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sangat kompetitif. Bila tidak memiliki teamwork yang solid akan tergusur dan tergeser.

Menyadari kondisi tersebut,  PD BPR BKK Karangmalang, Sragen membekali karyawan baru dengan materi perbankan dan soft skills.

Demikian disampaikan Direktur Utama PD BPR BKK Karangmalang, H. Raji, SE, MM didampingi jajaran Direksi, Widodo, SH, MM dan Sriyadi, SE, MM, Kamis pekan lalu (27/2/2019) di Kantor Pusat PD BPR BKK Karangmalang, Sragen.

Raji menjelaskan, ada 20 karyawan baru yang direkrut. Sebelum terjun di lapangan,  selama sepekan mereka telah dibekali materi manajemen perkreditan dan manajemen dana oleh pejabat internal.

Materi tersebut  dilanjutkan dengan pemberian motivasi, pelayanan prima dan coaching oleh Direktur Amalia Consulting, Suharno.

Baca Juga :  BREAKING NEWS: Lagi, Petani di Sambungmacan Sragen Tewas Kesetrum Jebakan Tikus. Korban Terpeleset Tanggul Lalu Tergeletak Kena Kawat Beraliran Listrik

“Kalau teamwork bekerja kompak dan solid, tidak ada pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan. Inilah latar belakang kita menyelenggarakan pembekalan untuk karyawan baru,” jelas Raji sebagaimana dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.

Di samping menyiapkan SDM kompeten dan profesional, BPR BKK karangmalang juga telah menyiapkan digitalisasi dalam bidang pelayanan dan operasional. Hal itu agar pelayanan lebih cepat dan efektif.

Sementara itu, Direktur Amalia Consulting, Suharno menambahkan, telah terjadi transisi dalam era kepemimpinan BPR BKK Karangmalang.

Pejabat dan karyawan generasi X sebagian telah memasuki masa pensiun digantikan generasi Y atau melenial. Oleh karena itu pola dan gaya komunikasi serta kepemimpinan juga harus berubah.

“Generasi melenial lebih terbuka, spontan dalam menyampaikan kritik dan gagasan dan tidak suka dinasihati. Sehingga pola komunikasi dan interaksi juga harus diubah. Salah satu metode yang tepat digunakan adalah coaching,” paparnya.

Baca Juga :  Kabar Baik, 5 Pasien Positif Covid-19 Sragen Berhasil Sembuh. Total Sudah 88 Pasien Sembuh, 9 Meninggal Positif dan Total Sudah 41 Meninggal Dunia

Suharno menjelaskan, dalam proses coaching  tidak ada yang lebih unggul. Coach akan mengajukan pertanyaan kunci untuk memberdayakan potensi personal dan profesional coachee.

Sehingga, komitmen dan action plan muncul dari coachee sendiri. Coach hanya bertindak sebagai fasilitator.

“Berdasarkan hasil penelitian penerapan sesi dan prinsip-prinsip coaching bisa meningkatkan kinerja dan produktivitas empat kali lipat. Suasana kerja lebih menyenangkan dan karyawan lebih bahagia. Karena tidak adanya tekanan. Apa yang dilakukan, dilakukan penuh kesadaran karena merupakan komitmen personal,” jelas  Suharno yang juga dosen Pr8odi akuntansi dan MM Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta. suhamdani