loading...
Loading...
Triawati

SOLO– Pemerintah menyalurkan dana program kemitraan sebesar Rp 3,2 triliun pada tahun ini untuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Jumlah tersebut diketahui meningkat dibandingkan dana yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,5 triliun.

Menurut Kepala Bidang Kebijakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Kementerian BUMN, Eko Setiawan, sejak program tersebut dijalankan tahun 1983 dengan nama Program Usaha Kemitraan dan Koperasi (PUKK) hingga saat ini, total dana yang sudah disalurkan mencapai Rp20 triliun.

Baca Juga :  Danrem 074/Warastratama Halal Bihalal dengan Prajurit dan PNS

“Penyaluran dana tersebut seperti kredit usaha rakyat (KUR) namun bunga kredit lebih rendah. Kalau bunga KUR kan 7 persen/tahun, program kemitraan ini hanya 3 persen/tahun. Plafon untuk setiap mitra binaan yang mengakses kredit tersebut maksimal Rp 200 juta dengan tenor tiga tahun,” urainya pada pembukaan pameran BUMN-UKM Great Sale di Mal Solo Paragon, Kamis (7/2/2019).

Baca Juga :  BPR Wajib Terapkan  Manajemen Risiko

Eko menambahkan, sejauh ini sudah sekitar 700 ribu mitra binaan yang mengakses program tersebut.

“Untuk bisa mengaksesnya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI), memenuhi kriteria sebagai usaha kecil dengan maksimal aset Rp500 juta, omzet maksimal Rp2,5 miliar/tahun, dan punya izin usaha yang dikeluarkan oleh Camat,” imbuhnya.

Baca Juga :  Arus Balik Lebaran 2019 Usai, Dishub Solo Bongkar 4 Rest Area

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surakarta sekaligus pelaksana pameran, Gareng S Haryanto berharap kegiatan tersebut mampu berkontribusi untuk memenuhi target transaksi pelaksanaan “Solo Great Sale” (SGS) 2019.

“Target yang harus kami penuhi Rp600 miliar, mudah-mudahan tercapai,” tukasnya. Triawati PP

Loading...