JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Prihatin Indonesia Penghasil Sampah Terbesar Kedua di Dunia, HW UMS Punguti Sampah di Sekitar Kampus

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SUKOHARJO-Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh setiap tanggal 21 Februari, Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan aksi memungut sampah di lingkungan Kampus UMS. Aksi tersebut mereka lakukan mulai pukul 08.00 – 10.00 WIB, di kawasan kampus 1 dan kampus 2.

Aksi tersebut merupakan gerakan kolosal  tingkat nasional oleh Hizbul Wathan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah Se-Indonesia. Gagasan tersebut lahir dari hasil Forum Penuntun di acara Perkenamahan Silaturahim Nasional (Silatnas) Hizbul Wathan Se-Indonesia, pada tanggal 18 – 22 Desember 2018 yang lalu. “Ini merupakan aksi nasional oleh HW PTM/A se-Indonesia. Dan kita (HW UMS) berpartisipasi untuk mensukseskannya” ungkap Wihda Nashir Fathoni Ketua HW UMS.

Baca Juga :  Sanggar Inklusi Tunas Bangsa Nguter Sukoharjo Jadi Sasaran Baksos Kapolres dan Jajarannya, Ternyata Dalam Rangka ini

Ahmad Khoirul, Koordinator Pusat Aksi menjelaskan, aksi tersebut juga didasari atas kepedulian para kader HW yang juga berstatus sebagai mahasiswa terhadap negara Indonesia, karena menjadi negara penghasil sampah terbanyak nomor dua sedunia, dibawahnya China. “Indonesia ini kan menjadi negara nomor 2 penghasil sampah terbanyak se-dunia, tentu kami peduli untuk menjaga Indonesia lebih bersih” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran bersama untuk peduli terhadap lingkungan. Salah satu upayanya dengan mengurangi penggunaan barang plastik yang berpotensi menjadi sampah. Setiap kampus yang berpartisipasi dengan Aksi peduli sampah tersebut, dianjurkan untuk mengunggah kegiatannya melalui akun Instagram dengan tagar #aksiserentakpungutsampah, #Indonesibersih dan #hizbulwathan.

Baca Juga :  Masih Situasi Pandemi Covid-19, Sholat Idul Adha UMS Kali Ini Dilaksanakan di Dalam Masjid Sudalmiyah

Himbauan lainnya, setiap peserta aksi diminta untuk memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, yakni sampah organik dan anorganik. Kemudian, hasil pungut sampahnya, di timbang dan datanya akan dilaporkan kepada panitia pusat.

Rencananya, Panitia pusat akan mengolah data yang masuk, sehingga akan menjadi data statistik penghasilan sampah PTM dan PTA se Indonesia perhari. Data tersebut akan diserahkan kepada Majlis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Kwartis Pusat Hizbul Wathan dan juga Hizbul Wathan di PTM/A untuk dijadikan bahan bagi kebjakan pengelolaan sampah di kampus-kampus di lingkungan PTM/A. (Marwantoro)