JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Seleksi PPPK Sragen, BKPP Pastikan Pendaftaran Ditutup 17 Februari 2019. Hasil Akhir, Total Ada 45 Peserta Tak Mendaftar 

bkn.go.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
bkn.go.id

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sragen menyampaikan pendaftaran pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) atau P3K Sragen sudah ditutup Minggu (17/2/2019) pukul 24.00 WIB. Hal itu merevisi kabar yang sebelumnya disampaikan bahwa pendaftaran dibuka 17-19 Februari 2019.

“Kami sampaikan, bahwa yang benar pendaftaran sudah dibuka sejak tanggal 12 Februari dan ditutup tanggal 17 Februari 2019 pukul 00.00 WIB tadi malam,” papar Kepala BKPP Sragen, Sarwaka Senin (18/2/2019).

Menurutnya, mulai Senin (18/2/2019), tim langsung melakukan tahapan verifikasi berkas pendaftaran secara online. Kabid Perencanaan, Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Aparatur BKPP, Dwi Agus Prasetyo menjelaskan awalnya kabar dari BKN pusat memang menyampaikan pendaftaran dibuka 10 Februari.

Baca Juga :  Sopir Minibus Jurusan Sukodono-Sragen Meninggal Positif Terpapar Covid-19. Sempat Dirawat di RS UNS Solo, Riwayat Penularan Masih Misteri

Namun kemudian diundur dua hari dan baru dibuka 12 Februari 2019 dan ditutup 17 Februafi 2019 pukul 00.00 WIB.

Pengunduran itu dikarenakan masih menunggu Juklak Juknis dari BKN. Kemudian muncul surat BKN tertanggal 14 Februari 2019 yang isinya perihal pembukaan pendaftaran PPPK untuk daerah.

“Untuk Sragen, formasi yang dibuka 724 sesuai database dari BKN. Semua adalah honorer K2 yang datanya sudah masuk database dan ditentukan langsung oleh BKN maupun Kemenpan RB,” terangnya.

Baca Juga :  Tambah Lagi, Satu Warga Sragen Dinyatakan Positif Covid-19 Hari Ini. Berasal dari Sumberlawang, Total Jadi 95 Kasus Positif, 37 Meninggal Dunia

Dwi menambahkan dari 724 formasi yang diturunkan berdasarkan database BKN, untuk Sragen yang dibuka hanya 689 formasi. Hingga batas akhir penutupan pendaftaran, jumlah K2 yang sesuai database dan sudah mendaftar tercatat sebanyak 644 orang.

Sedangkan 45 peserta diketahui tidak mendaftar sampai batas waktu penutupan pendaftaran.

“Mungkin yang 45 itu merasa memang sudah tidak memenuhi syarat, seperti persyaratan ijazah minimal Sarjana, sehingga akhirnya memutuskan tidak mendaftar,” tuturnya. Wardoyo