loading...
Loading...
Kapolres Magelang saat memberikan keterangan pers. Foto/Humas Polda

MAGELANG– Setelah menetapkan tiga tersangka tawuran pelajar beberapa waktu yang lalu dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia, Polres Magelang Polda Jateng, masih terus melakukan pendalaman dan pengembangan motif tawuran yang lainnya.

Dari hasil penyidikan sementara, Polres  mendapatkan informasi tawuran tersebut melibatkan senior atau alumni dari sekolah mereka masing masing.

“Tawuran tersebut diawali dengan saling mengejek dan dari salah satu tersangka pembacukan mengaku diajak oleh senior atau alumni dari sekolah tersebut,“ ungkap Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho dilansir Tribratanews Polda Jateng Rabu (6/2/2019).

Baca Juga :  25 Anggota DPRD Terpilih Kota Magelang Resmi Dilantik, Wakapolres Ucapkan Ini 

Kapolres menguraikan sampai saat kini, pihaknya masih tetap menahan tiga tersangka masing masing LR,18, warga mertoyudan, IP,19, warga Kaliangkrik dan NA,17 Warga Grabag.

Khusus NA proses akan dipercepat karena masih di bawah umur. Pihaknya juga masih melakukan koordinasi dengan kejaksaan terkait dengan saksi.

Baca Juga :  Tepergok Keluyuran Main Siang-Siang, Belasan Pelajar SMP dan SMK Kocar-Kacir Dirazia Polres Grobogan. Tiga Pelajar Digelandang dan Dihukum Hormat Bendera 

Hal itu diperlukan untuk kepentingan penguatan pembuktikan ketika sampai di persidangan.

“Walaupun barang bukti sudah menguatkan adanya tersangka, namun dalam persidangan adalah kejaksaan sehingga kami masih terus minta petunjuk kejakasaan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Nekat Main Berempat, 4 Warga Majenang Digerebek dan Digelandang Polisi 

Kejadian tawuran yang melibatkan dua sekolah swasta di wilayah magelang terjadi di Jetak Mungkid, Jumat 31 Januari 2019 sekitar pukul 17.00 wib, yang mengakibatkan satu pelajar bernama Aziz (17), siswa SMK Maarif Salam Magelang meninggal dunia dengan luka bacokan senjata tajam. Wardoyo

Iklan
Loading...