JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Tim Bravo 5 Tak Ambil Pusing Serangan Kampanye Hitam Untuk Kubu Jokowi-Amin

Triawati
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Triawati

SOLO , JOGLOSEMARNEWS.COM – Ketua Dewan Penasehat tim Bravo 5, Luhut Binsar Panjaitan tidak ambil pusing adanya serangan kampanye hitam untum kubu capres 01 Jokowi-Maruf Amin. Namun dirinya meminta kepada media untuk memberitakan secara adil untuk kedua kubu capres.

Hal itu diungkapkannya saat menghadiri pelantikan Tim Bravo 5 yang dilaksanakan di Wisma Batari, Solo Senin (25/2/2019) siang. Diakui Luhut, banyak fitnah bahkan yang berbau SARA yang menyerang Jokowi.

“Jokowi sangat sering mendapatkan fitnah berbau SARA. Salah satu soal Jokowi keturunan PKI. Tapi kita bisa lihat sendiri Bu Noto penampilannya seperti apa. Maka kami tidak akan ambil pusing dengan serangan kampanye hitam. Biar diproses secara hukum, makanya kami juga minta media mengabarkannya secara adil pula,” paparnya.

Baca Juga :  Operasi Sikat Jaran Candi 20 Hari, Polresta Solo Amankan 10 Pelaku Kejahatan

Selain itu, Luhut juga menilai bahwa serangan kampanye hitam kepada Jokowi merupakan bentuk dari kepanikan lawan.

“Itu fitnah, bentuk dari kepanikan. Tapi kami tidak akan pernah melakukan hal serupa,” tegasnya.

Di sisi lain, sempat beredar viral di  media sosial tentang sosialisasi dua perempuan yang berkampanye dari pintu ke pintu. Dua perempuan tersebut menyampaikan pada warga mengenai hal yang akan terjadi jika calon presiden nomor 1, Joko Widodo menang pilpres yang diutarakan dalam Bahasa Sunda.

Baca Juga :  Jika Gibran Terpilih jadi Wali Kota, Gerindra Berharap ada Lompatan Kreatif untuk Pariwisata Solo

“Lamun Jokowi dua periode moal aya deui sora azan, moal aya budak ngaji, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awewe meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin,” ucap perempuan dalam video tersebut.

Artinya, “Jika Jokowi dua periode tak akan ada lagi suara azan, tak ada anak-anak mengaji, tak ada lagi yang memakai kerudung. Perempuan dan perempuan boleh kawin, lelaki dan lelaki boleh kawin.” Triawati PP