JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

2 Perusahaan Garment Mendadak Didatangi Dandim 0728 Wonogiri, PT Nesia Pan Pacific dan Top and Top

Dandim 0728 Letkol Inf M. Heri Amrulloh berbincang dengan karyawan perusahaan garment di Wonogiri.
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Dandim 0728 Letkol Inf M. Heri Amrulloh berbincang dengan karyawan perusahaan garment di Wonogiri.

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM -Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Wonogiri Ristanti bersama Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf M. Heri Amrulloh, mengunjungi dua perusahaan di garment di Wonogiri.

Kedua perusahaan itu adalah, PT. Nesia Pan Pacific Clothing yang bergerak dalam bidang pembuatan baju jadi. Perusahaan ini beralamat di Dusun Ketonggo, RT 1 RW 2, Desa Kerjo Lor Ngadirojo. Perusahaan kedua adalah PT. Top And Top Apparel merupakan perusahaan industri yang bergerak di bidang garment, berlokasi di Jatinom RT 1 RW 9, Desa Gedong, Kecamatan Ngadirojo.

Baca Juga :  Terungkap, Tak Cuma di Awal Pandemi Penyemprotan Disinfektan Ternyata Masih Rutin Digelar di Wonogiri

Kunjungan Dandim yang didampingi oleh Disnaker ini sendiri bertujuan untuk melihat lebih dekat cara produksi dari PT. Nesia Pan Pacific Clothing dan PT. Top And Top Apparel. Menurutnya dengan adanya pabrik di wilayah Kabupaten Wonogiri juga akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat Wonogiri.

“PT. Nesia Pan Pacific Clothing bergerak dalam bidang pembuatan baju jadi yang di-export ke luar negeri yang mempunyai karyawan sebanyak 4300 karyawan. Sementara PT. Top And Top Apparel merupakan perusahaan industri memproduksi garment dengan merk/brand international dengan kualitas tinggi dan hasil produknya diexport 100 persen ke luar negeri dengan negara tujuan terutama Amerika Serikat dan Eropa yang mempunyai karyawan sebanyak 1140 orang,” ujar Ristanti, Jumat (22/3/2019).

Baca Juga :  Keren Lur, Belasan Warga Desa Songbledeg Kecamatan Paranggupito Wonogiri Dilatih Menjahit

Keberadaan perusahaan tersebut di wilayah Kabupaten Wonogiri, dapat menampung tenaga kerja. Sehingga mengurangi potensi pengangguran. Aris Arianto