JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

3 Hari, 165.000 Pelamar Perebutkan 11.000 Lowongan Kerja

lowongan kerja
Ilustrasi/tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Hanya dalam waktu tiga hari sejak dibuka Jumat (8/3/2019), sebanyak 165.000 pelamar kerja memperebutkan 11.000 lowongan kerja yang tersedia di 110 Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sistem lowongan kerja tersebut merupakan rekrutmen perdana dengan model satu jalur bersama dan serentak yang dipimpin oleh Kementerian BUMN.

Pendaftaran lowongan kerja itu akan ditutup Minggu (17/3/2019). Pelamar yang mendaftar akan lebih dulu mengikuti dua macam seleksi awal yaitu tes kemampuan dasar dan tes BUMN values.

“Setelah itu, barulah peserta yang tersaring akan diberikan kepada masing-masing BUMN untuk disaring kembali,” kata Director of Human Capital Management at PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Herdy Risadi Harman yang ikut mengurusi rekrutmen ini di Jakarta, Minggu (10/3/2019).

Baca Juga :  Emak-emak Penggunting Bendera Merah Putih Resmi Ditetapkan sebagai Tersangka, Terancam Hukuman Penjara 5 Tahun atau Denda Rp500 Juta

Menurut Herdy, jika sistem lowongan kerja serentak seperti ini terbukti efektif, kemungkinan akan dilanjutkan dengan model yang sama untuk tahun-tahun berikutnya. Namun, Herdy belum dapat merinci kebutuhan masing-masing perusahaan.

Rekrutmen massal melalui Program Perekrutan Bersama BUMN ini diadakan dalam angka merayakan HUT ke-21 BUMN. Menurut Herdy program ini diluncurkan didasari pada program prioritas Nawacita Presiden Joko Widodo atau Jokowi, yakni meningkatkan produktivitas dan daya saing di pasar internasional.

Baca Juga :  Pegawai KPU Bekerja dari Rumah Lantaran Ketuanya Positif Covid-19

“Arahan Presiden Jokowi bahwa infrastruktur yang sudah dibangun besar-besaran sudah cukup bagi Indonesia untuk bisa bersaing dengan negara lain. Jadi tahun 2019 ini pemerintah lebih fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM),”  kata Herdy dalam siaran persnya di hari yang sama.

Menurut Herdy, ada dua alasan mengapa rekrutmen lowongan kerja ini dilakukan serentak. Pertama agar brand atau merek dari BUMN tersebut bisa muncul di publik. Kedua agar tercipta efisiensi anggaran.

“Karena selama ini kan rekrutmen masing-masing,” kata dia.

www.tempo.co