JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

4.000 Lebih Surat Suara Pilpres di Sragen Rusak, Ratusan Relawan Pelipat Surat Suara Digeledah Polisi

Puluhan personel Polres Sragen saat memeriksa relawan pelipat surat suara Pemilu di KPU Sragen. Foto/Wardoyo
Puluhan personel Polres Sragen saat memeriksa relawan pelipat surat suara Pemilu di KPU Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Polres Sragen memperketat pengamanan dan sterilisasi terhadap relawan pelipatan surat suara Pemilu di KPU Sragen. Puluhan personel Polres disiagakan untuk memeriksa ratusan relawan pelipat surat suara saat masuk ke ruangan maupun saat pulang.

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan sterilisasi atau pemeriksaan pelipat surat suara bertujuanya agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan atau indikasi kecurangan.

Selain itu, agar para relawan juga lebih berhati-hati dan tidak melakukan tindakan yang bisa menimbulkan kerusakan pada surat suara.

“Setiap berangkat dan pergi dilakukan pemeriksaan. Kita awasi ada petugas polisi dan polwan yang melakukan pemeriksaan,”  kata Yimmy kepada wartawan di sela pantauan sterilisasi di KPU kemarin.

Adapun jumlah surat suara yang dilipat yakni 792.438 lembar, untuk pemilihan presiden dan wakil presiden. Sementara surat surat suara Pileg belum diketahui akan dilakukan pengiriman.

Relawan pelipatan surat suara di KPU Sragen. Foto/Wardoyo

Kapolres menegaskan terus akan mengawal pengiriman logistik pemilu termasuk saat nantinya sudah ditempatkan di gudang KPU.

Sementara, Komisioner KPU Sragen, Nanang Tetuka mengatakan KPUD harus menambah pelipat surat suara, dari rencana awal 200 orang menjadi 280 orang. Penambahan relawan pelipat suara dilakukan karena jadwal kedatangan kertas suara mundur, sementara pelipatan harus rampung 15 hari.

Baca Juga :  Insiden Viral Ratusan Pelamar Berdesakan Sampai Terinjak-Injak di Pabrik Boneka Masaran Sragen, Dinas Sesalkan Manajemen Tak Koordinasi Dulu

Menurutnya, kendala utama pelipatan surat suara yakni kedatangannya yang tidak sesuai jadwal. Padahal surat suara yang mulai di sortir ini baru untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Masih ada kertas suara Pemilihan Legislatif (DPRD Kota, DPRD Provinsi dan DPR RI serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Di sisi lain, lebih dari dari 4.000 surat suara untuk pemilihan presiden (Pilpres) di Sragen ditemukan dalam kondisi rusak. Hal itu terungkap dari hasil sortasi yang dilakukan di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat.

Surat suara tersebut harus diganti karena dikhawatirkan akan memicu permasalahan saat pemilu mendatang. Ketua KPU Sragen, Minarso melalui  Sekretaris KPUD Sragen, Cosmas Edwi  Yunanto Kamis (14/3/2019).

Ia mengatakan proses sortasi dan pelipatan surat suara untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) di Komisi Pemilihan Umum (KPUD) Sragen telah selesai.

Baca Juga :  Sah, Pasangan Yuni-Suroto Akan Ada di Kotak Kanan Surat Suara pada Pilkada Sragen 2020. Ketua KPU Yakinkan Tak Ada Pesanan!

Dari 792.438 surat suara Pilpres yang disortir lebih dari 4000 yang dinyatakan rusak. Cosmas menguraikan kerusakan surat suara tersebut sebenarnya tidak begitu parah.

Kerusakan yang ditemukan di antaranya danya bercak-bercak berwarna putih baik digambar pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut satu maupun capres cawapres nomor urut dua. Bercak putih itu sebesar lubang paku nampak seperti coblosan.

Menurutnya kerusakan surat suara ini sejak dari percetakan, karena ketika dicek setibanya di KPUD Sragen kondisinya sudah nampak. Oleh sebab itu kerusakan surat suara tersebut harus dilaporkan ke pusat untuk kemudian dimintakan gantinya.

Sebab jika dipaksakan dikhawatirkan justru akan memicu persoalan pemilu dikemudian hari. Hanya saja pihaknya tidak mengetahui penggantian surat suara rusak tersebut akan kembali dikirim dari pusat.

“Kerusakan hanya bintik-bintik sebenarnya, tapi daripada nanti bermasalah kita putuskan rusak dan dimintakan ganti saja,” katanya. Wardoyo