JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Alhamdulillah, Akhirnya Jembatan Temon Girimarto Diresmikan

Peresmian jembatan temon oleh Dandim 0728 Wonogiri
Peresmian jembatan temon oleh Dandim 0728 Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM -Akhirnya Jembatan Temon yang menghubungkan Dusun Tritis, Desa Semagar dengan Dusun Candirejo, Desa Bubakan Kecamatan Girimarto, Wonogiri, diresmikan penggunaannya.

Peresmian digelar bersamaan dengan penutupan TMMD Sengkuyung tahap I tahun 2019, di Lapangan Desa Semagar, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, oleh Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf M Heri Amrulloh, Rabu (27/3/2019).

Penutupan TMMD yang ditandai dengan pemukulan kentongan dan penyerahan kembali alat peralatan kerja, serta penandatanganan hasil-hasil pelaksanaan TMMD. Selanjutnya diakhiri dengan pemotongan pita di lokasi sasaran fisik pembuatan Jembatan Temon dengan volume 7,5 x 4 x 4 meter di Dusun Tritis Desa Semagar, yang rampung dikerjakan dengan tempo 30 Hari.

Baca Juga :  Dapat Durian Runtuh, Widiastuti Nugroho Bawa Pulang Motor Yamaha NMax Gres Dari Semarak Undian Tabungan Berhadiah PT BPR Bank Giri Suka Dana Wonogiri

Wakil Bupati Wonogiri Edi Santosa yang di dampingi Dandim mengatakan, pemerintah mengalokasikan anggaran cukup besar untuk pelaksanaan TMMD di Desa Semagar ini. Guna membangun dan membangkitkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong untuk membantu percepatan program pemerintah. Muaranya peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama di pedesaan.

Dandim menambahkan tujuan kegiatan TMMD adalah membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Khususnya dalam rangka menyiapkan ruang juang, alat juang dan kondisi juang yang tangguh, dengan sasaran melaksanakan pembangunan fisik dan non fisik.

Baca Juga :  Ada Balap Lari di Wonogiri, Bupati Joko Sutopo Alias Jekek Tekankan yang Penting Patuh Protokol Kesehatan

Nama Jembatan Temon itu disematkan untuk mengenang pengorbanan Temon (60), warga Dusun Candirejo, Desa Bubakan Kecamatan Girimarto. Dia bersama warga merelakan sebagian lahannya menjadi jalan umum. Khususnya Temon yang tanahnya paling banyak dikorbankan untuk menyukseskan program TMMD ini yang mencapai 400-500 meter persegi tanpa adanya ganti rugi sepersen pun. Aris Arianto