JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Baliho Jokowi Kembali Ditulisi PKI, TKN: Kami Tak Terpancing Emosi, Biar Polisi Tangani!

pilpres
Ilustrasi

JOMBANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suasana menjelang Pilpres yang semakin dekat, semakin panas. Kejadian terkini, ditemukan alat peraga kampanye (APK)  Capres Jokowi dicorat-coret dengan tulisan PKI.

Hal itu terjadi pada baliho pasangan  Jokowi-Ma’ruf di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (2/3/2019). Keberadaan tulisan di baliho Jokowi dicoret tulisan PKI tersebut langsung menjadi perhatian dan viral di masyarakat.

Menghadapi ulah tersebut, anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Anwar Rachman langsung meminta polisi mengusut tuntas aksi vandalisme tersebut.

Baca Juga :  Mahfud MD Kumpulkan Sekjen Parpol Bahas Protokol Kesehatan Pilkada 2020

“Kami minta polisi mengusut tuntas, menangkap pelaku dan orang-orang yang menyuruhnya,” kata Anwar Rachman, saat menghadiri deklarasi Barisan Gus dan Santri (Baguss) Bersatu Jombang, di Aula PG Djombang Baru, Jombang, Sabtu (2/3/2019).

Menurut Anggota DPR RI ini, orang yang melakukan vandalisme terhadap baliho Jokowi-Maruf Amin itu sengaja dengan tindakannya.

Tujuannya, yakni ingin memancing agar pendukung pasangan Capres dan Cawapres Nomor 01 marah dan tidak mampu menahan emosi.

“Kalau marah, tak mampu menahan diri, mereka ganti menuduh kita sebagai anarkis. Dengan begitu mereka berharap suara Jokowi-Ma’ruf tergerus. Tapi kita tidak akan terpancing, biar yang berwenang menangani,” tandas politisi PKB ini.

Baca Juga :  Dua Pertiga Pengurus Wilayah dan Cabang Setuju, PBNU Putuskan Muktamar Ke-34 Diundur hingga Akhir Tahun 2021

Menurut Anwar Rachman, munculnya valdalisme tersebut diduga karena pendukung pasangan Capres dan Cawapres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sekarang ini dinilai cenderung menggunakan segala cara.

“Termasuk dengan memfitnah bahwa Jokowi PKI,” tandasnya.

Anwar Rachman menilai tindakan vandalisme dan perusakan ini merupakan pelanggaran pidana pemilu berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

www.tribunnews.com