JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Buka Rakornas Baznas di Solo, Jusuf Kalla Instruksikan Pengelolaan Zakat Terbuka

Istimewa
Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menginstruksikan agar pengelolaan zakat yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dilakukan secara terbuka dan kredibel. Hal itu diungkapkannya pada saat membuka Rakornas Baznas, Senin (4/3/2019) malam, di Balaikota Surakarta.

JK menuturkan, selain itu Baznas juga harus mampu mendongkrak kepercayaan masyarakat terkait pengelolaan zakat.

“Kalau kita menaikkan zakat yang penting adalah bagaimana terbuka dan diketahui manfaatnya. Dalam hal inilah yang harus ditingkatkan,” paparnya.

Di sisi lain, JK juga mengajak Baznas berani menggandeng lembaga amil zakat dari luar negeri. Dia mengamati beberapa negara lain yang menyalurkan zakatnya ke Indonesia dengan jumlah yang sangat besar.

“Kerja sama itu bisa menyalurkan, karena zakat itu tidak punya batas negara. Jangan lupa, selama negara Islam, silakan,” tukasnya.

Sementara itu, 2019, Baznas menargetkan peroleh zakat sebanyak Rp 9 triliun pada tahun 2019 ini. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan target yang sama periode tahun 2018 lalu.

Baca Juga :  Laju Pertambahan Kasus Covid-19 di Solo Belum Tunjukkan Tanda Berhenti, Total 564 Kasus

Ketua Baznas, Bambang Sudibyo menuturkan, langkah-langkah yang akan diambil untuk memenuhi target tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi NAasional (Rakornas) Zakat 2019 yang diselenggarakan Senin-Rabu (4-6/3/2019), di Kota Solo. Rakornas diikuti 650 peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri atas BAZNAS pusat, BAZNAS provinsi, BAZNAS kabupaten/kota serta LAZ nasional dan daerah.

“Hasil penelitian Pusat Kajian Strategis (Puskas) BAZNAS tentang Efektivitas Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat BAZNAS Pusat Tahun 2018, telah menunjukkan hasil-hasil yang amat menggembirakan,” paparnya, Senin (4/3/2019), kepada Wartawan saat Jumpa Pers.

Penelitian ini, lanjut Bambang, menunjukkan bahwa berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang dilakukan BAZNAS pusat tahun 2018 telah berhasil dalam banyak hal. Pertama, berhasil meningkatkan penghasilan mustahik rata-rata sebesar 97,88%, atau mendekati 100%.

Kedua, tambah dia, berhasil secara signifikan memperbaiki tidak hanya kesejahteraan ekonomi mustahik, tetapi juga kesejahteraan spiritual (keislaman) mustahik, tingkat pendidikan dan kesehatan mustahik dan kemandirian ekonomi mustahik.

Ketiga, berhasil mengentaskan 28% mustahik dari garis kemiskinan versi Badan Pusat Statistik (BPS).

Baca Juga :  Viral Video Antrean Ambulans Disebut Bawa Pasien Positif Covid-19 ke RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Ini Faktanya

Keempat, bisa memperpendek 3,68 tahun dari waktu yang diperlukan untuk mengentaskan mustahik dari garis kemiskinan versi BPS, yang berarti jika tanpa zakat, waktu pengentasan kemiskinan menjadi 3,68 tahun lebih lambat.

Kelima, sukses meningkatkan penghasilan mustahik hingga melampaui garis Kebutuhan Pokok Minimal (had kifayah) pada 36% mustahik.

Keenam, BAZNAS berhasil meningkatkan penghasilan mustahik hingga melampaui garis nishab zakat pada 26% mustahik dengan standar nishab emas dan 23% mustahik dengan standar nishab beras, yang berarti bahwa mustahik tersebut telah dientaskan dari kemiskinan sedemikian rupa sehingga yang bersangkutan telah berubah status menjadi muzaki.

“Bisa disimpulkan, dengan demikian, bahwa multiefek (multiplier effect) dari pendistribusian dan pendayagunaan zakat sangat besar. Efek tersebut akan semakin membesar sebanding dengan besarnya jumlah zakat yang didistribusikan dan didayagunakan. Karena itu, menjadi sangat penting untuk memperbesar jumlah zakat yang dikumpulkan,” tukasnya. Triawati PP