JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Dompet Dhuafa Cegah Korban Banjir Terkena Infeksi Kulit, Ini yang Dilakukan

layanan sehat
Dok Humas Dompet Dhuafa

PURWOREJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Lima hari setelah banjir menerjang sejumlah kecamatan di Kabupaten Purworejo, masyarakat masih membutuhkan bantuan kesehatan.

Hal itu terlihat dari para korban banjir yang berdatangan ke Aksi Layan Medis (ALM) yang diadakan oleh Layan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jawa Tengah. Dalam kegiatan itu, Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Mitra Pengelola Zakat (MPZ).

Sebagaimana diketahui, banjir melanda empat kecamatan di Kabupaten Purworejo. Empat kecamatan itu adalah Kecamatan Bagelen, Purwodadi, Bayan dan Kecamatan Ngombol.

LKC Dompet Dhuafa Jateng melakukan respons bencana dengan mendirikan Pos Sehat, mengadakan Aksi Layan Sehat dan serta membersihkan fasilitas umum dari lumpur yang terbawa saat banjir terjadi.

“MPZ Dompet Dhuafa Jawa Tengah hingga saat ini (Sabtu, 23/3) sudah melaksanakan respons saat terjadi banjir,” ujar Satria Nova selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah, sebagaimana dikutip dalam rilis yang dikirim ke Joglosemarnews.

Dijelaskan, respon dan tindakan yang dilakukan antara lain melakukan evakuasi para korban, membuka layanan Pos Hangat, bekerja sama pengelolaan Dapur Umum, mendistribusikan sejumlah logistik ke para pengungsi, memberikan pendampingan dan layanan kesehatan serta aksi membersihkan sejumlah fasilitas umum.

Selain itu, LKC Dompet Dhuafa Jawa Tengah berkerja sama dengan BMT Binamas yang merupakan Mitra Pengelola Zakat (MPZ) Dompet Dhuafa melakukan respon di Kecamatan Bagelen dan Purwodadi sebagai titik terparah bencana tersebut.

Baca Juga :  Jokowi: Progam Kartu Prakerja Telah Dinikmati oleh 4,86 Juta Penerima

Sementara itu bersama dengan Komunitas S3 (Sedekah Seribu Hari), Dompet Dhuafa Jawa Tengah juga membantu korban dengan membagikan nasi bungkus di setiap posko.

“Pada  aksi hari Selasa, 19 Maret 2019  Dompet Dhuafa Jawa Tengah melalui LKC Jawa Tengah melakukan Aksi Layan Medis (ALM) dan membuka Pos Hangat di Desa Karangsari Kecamatan  Purwodadi Kabupaten Purworejo,” ujar Satria Nova.

Sementara itu di wilayah timur Indonesia, tempatnya di Sentani, Papua, dompet Dhuafa hingga kini terus melakukan respon baik logistik, (PFA) Psychological First Aid maupun menyediakan Pos Tanggap Darurat Dompet Dhuafa hingga mengoperasionalkan pos medis.

Hingga Sabtu (23/3/2019) menurut data BNPB sudah 112 jiwa meninggal dunia, 94 jiwa hilang, 915 jiwa luka-luka, 11.725 keluarga terdampak, 11.556 jiwa mengungsi dan 3.011 keluarga mengungsi. Sementara disisi lain sebanyak 375 rumah rusak berat, 8 sekolah rusak berat, 4 ruas jalan dan 4 jembatan mengalami rusak berat.

Hingga saat ini, dengan rusaknya beberapa ruas jalan dan jembatan deyut nadi ekonomi masih terhenti bahkan menyebabkan terhambatnya penyaluran bantuan serta melonjaknya kebutuhan pasca bencana bagi para korban seperti makanan, selimut, air bersih, terpal tenda, alas tidur, alat masak, hygiene kit, perlengkapan bayi, obat-obatan dan sarana sanitasi.

Baca Juga :  Penularan Covid-19 Berasal dari Orang-orang Terdekat

“Sampai hari Sabtu (23/3/2019) ini, Dompet Dhuafa telah mengoperasionalkan dapur umum yang berada di pengungsian Kantor Bupati dan STIKES Jayapura dengan total penerima manfaat mencapai 1.603 jiwa,” jelasnya.

Dompet Dhuafa, melalui tim Disaster Management Center (DMC) juga telah mendistribusikan bantuan logistik. Yakni berupa beras, minyak goreng, air mineral dan pakaian di tiga titik pengungsian di Kampung Sabron Sari, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura dan pos pengungsian BTN dengan jumlah penerima manfaat mencapai 1.227 jiwa.

Di lokasi yang berbeda LKC Papua telah mengoperasionalkan pos medis di pengungsian Kantor Bupati Jayapura, Kantor Desa Sabron Sari, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, BTN Idaman dan Masjid Darul Mukminin.

Dengan sebagian besar korban mengalami ISPA dan infeksi kulit dan jumlah penerima manfaat sebanyak 171 jiwa, sementara selain tim medis LKC Papua dengan pos medis, Dompet Dhuafa menerjukan tim Psychological First Aid (PFA) di pengungsian Stikes Jayapura, pengungsian Gajah Mada dan pengungsian Kantor Bupati Jayapura.

“Di sini, jumlah penerima manfaat sebanyak 75 jiwa,” ujar drg Imam Rulyawan MARS., sebagai Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi.

Untuk pelayanan Pos Tanggap Darurat Dompet Dhuafa berada di  Jalan Pasar Lama, Yahim Kawasan Hotel Citra Buana, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. suhamdani