loading...
Loading...
Sejumlah anak penyandang disabilitas Sragen saat mengikuti kegiatan di Pendapa Rumdin Wabup, Rabu (13/3/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Ratusan anak penyandang disabilitas di Sragen dilaporkan belum dan tidak menempuh studi seperti halnya anak normal. Fakta itu disampaikan Koordinator Lapangan Pusat Pengembangan dan Pelatihan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (PPRBM) Solo, Christian Pramudya, saat hadir di Sragen, Rabu (13/3/2019).

Kepada wartawan, ia mengungkapkan jumlah anak disabilitas terdata 555 anak dengan rentang usia 0 – 18 tahun. Dari angka itu, 50 persen diantaranya telah menempuh pendidikan.

“Sementara, 50 persen lainnya belum menempuh pendidikan dan tidak menempuh pendidikan,” paparnya.

Baca Juga :  Ribuan Petani Sragen Kelabakan, Ratusan Ton Jatah Pupuk Belum Turun. DPRD Sebut Produktivitas Padi Terancam Anjlok! 

Christian hadir dalam kegiatan “We Ring The Bell” kampanye positif dan talk show pemenuhan hak difabel di bidang pendidikan. Kegiatan ini digelar dengan tujuan untuk membangun dukungan semua pihak dalam mewujudkan Sragen sebagai Kabupaten Inklusi.

“Melalui dukungan dari Netherlands Leprosy Relief (NLR) Indonesia mencoba untuk bersama-sama membangun sebuah komitmen pendidikan bagi anak anak berkebutuhan khusus. Bahwa mereka punya bakat dan potensi luar biasa,” tuturnya.

Dalam laporannya, Christian mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Sragen dalam mendorong penyandang disabilitas untuk berani tampil.

Baca Juga :  Hanya Guru Honorer, Sosok Niswatin yang Disebut Bu Lis Asal Sragen Oleh Sandiaga, Malu Saat Ditanya Nominal Gajinya! 

Ia menekankan pentingnya pendidikan bagi anak disabilitas, untuk meningkatkan kemampuan. Disamping itu, dukungan dari keluarga, mental positif dari diri sendiri dan dukungan lingkungan juga sangat membantu tumbuh kembang anak disabilitas.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Sragen dihadiri Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno, Kemendikbud Tita Srihayati, Kepala Dinas Sosial Sragen Supriyanto, PPRBM Solo Christian Pramudya, Perwakilan Netherlands Leprosy Relief (NLR) Indonesia Widya Prasetyawati, Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi dan guru serta siswa SLB Negeri Sragen. Wardoyo

Baca Juga :  Mengapa Prabowo- Sandi Suka Sebut Sragen di Ajang Debat Publik. Ternyata Ini Alasannya!

 


Loading...