loading...
Loading...
Tim Polsek dan Inafis saat melakukan olah TKP PNS yang ditemukan tewas telanjang lokasi kamar Hotel Surya Sukowati Sragen, Kamis (14/3/2019) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Hotel Surya Sukowati Sragen gempar. Seorang pria paruh baya ditemukan tewas di ranjang salah satu kamar hotel yang berlokasi di Jalan Raya Sragen-Solo KM 3, Dukuh Mungkung, RT 7/10, Desa Jetak, Sidoharjo, Sragen.

Dari identitasnya, diketahui pria itu berprofesi sebagai PNS di Sragen. Korban diketahui bernama  Wagiyo, kelahiran 5 Maret 1958 dan berdomisili di Dukuh Gringging, RT 11/3, Gringging, Sambungmacan, Sragen.

Data yang dihimpun, pria itu ditemukan tewas sekitar pukul 21.30 WIB. Ironisnya ditemukan, kondisi korban dalam keadaan telanjang bulat tanpa busana.

Baca Juga :  Ribuan Millenial Padati Kampanye Perdana Sandi di Sragen. Ajak  Bangkitkan Optimisme Anak Muda! 

Korban ditemukan dalam kondisi terlentang di ranjang kamar.

Menurut Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Sidoharjo, AKP Agus Taruna, kejadian diketahui kali pertama oleh karyawan hotel Surya Sukowati. Pihaknya baru mendapat laporan setengah jam dan langsung terjun melakukan olah TKP.

“Dari hasil olah TKP dan hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas serta tim Inafis Polres, tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban. Saat pertama kali ditemukan, kondisinya memang telanjang bulat. Tapi apakah korban bersama teman lain, yang jelas saat kali pertama kami cek, di kamar itu korban sendirian,” paparnya Jumat (15/3/2019).

Baca Juga :  Angin Puting Beliung Porak-porandakan Masaran dan Karangmalang Sragen. 137 Rumah Rusak, 2 SD, 1 Puskesmas dan Balai Desa Rusak 

Kapolsek menguraikan korban diduga meninggal akibat sakit. Perihal kemungkinan berhubungan badan sebelum meninggal, Kapolsek enggan berkomentar.

“Dari keterangan petugas hotel, dia datang kali pertama masuk dengan mobil. Saat turun memang sendiri, soal apakah di dalam mobil ada orang lain, kami tidak tahu,” tandasnya. Wardoyo

Baca Juga :  Berkekuatan 50 Juta Warga se-Indonesia dan Luar Negeri, PSHT Pusat Madiun Tegaskan Tak Akan Pernah Tergiur Tawaran Politik! 

 


Loading...