loading...
Loading...
Pemantauan fenomena tanah amblas di Desa Wonodadi, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri.

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM-Fenomena tanah amblas di Desa Wonodadi Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri kini menjadi perhatian BPBD Wonogiri. Sejumlah langkah pun ditempuh menyikapi kejadian tersebut.

Misalnya melarang warga mendekati lokasi. Selain itu menyurati pihak terkait untuk kemungkinan kajian teknis.

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, Selasa (12/3/2019) mengatakan, pihaknya melakukan pemantauan dampak bencana alam pelapukan batuan karst yang mengakibatkan penurunan tanah atau tanah amblas di Wonodadi Pracimantoro.

Lokasi kejadian berada lahan persawahan di Dusun Gondang RT 2 RW 5 Desa Wonodadi Kecamatan Pracimantoro. Sedangkan pemilik persawahan adalah
Marijo dan Suparjo, warga Dusun Salam RT 1 RW 1 Desa Wonodadi.

Baca Juga :  Horee. PNS Wonogiri Segera Terima THR, Segini Anggaran yang Dibutuhkan Pemkab

“Hasil pemantauan terakhir genangan air sudah mulai surut sedangkan keluasan terdampak telah mencapai diameter sekitar 10 meter. Jarak wilayah terdampak dengan pemukiman warga sekitar 198 meter,” kata dia.

Dari pemantauan itu diambil sejumlah langkah. Meliputi, pengamanan lokasi telah diberikan tanda pembatas agar warga tidak mendekat. Karena masih dimungkinkan terjadi penurunan tanah di sekitarnya.

Langkah berikutnya menyarankan untuk mengalihkan aliran air agar tidak tertumpu pada lokasi terdampak. Sehingga diharapkan akan memperlambat proses pelapukan batuan di dalamnya.

Baca Juga :  Waspada Antraks Gunungkidul, Semua Sapi Masuk Wonogiri Harus Lolos Pemeriksaan

“Kami juga membuat surat kepada PVMG Badan Geologi Bandung dan Dinas ESDM Provinsi Jateng untuk kajian tehnis. Serta sosialisasi awal kepada warga agar ada peningkatan kesiapsigaan dan kewaspadaan terkait kondisi wilayah yang terdampak,” jelas dia.

Sebelumnya diwartakan fenomena tanah amblas terjadi di Desa Wonodadi, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri. Lahan persawahan setempat mendadak amblas dengan kedalaman sekitar 10 meter. Peristiwa terjadi Senin (7/3/2019) sekitar pukul 07.30 WIB.

Ketika pemilik sawah tengah memanen padi, secara tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Seketika mereka menghentikan aktifitas dan mengecek keadaan sekitar. Saat itu keduanya tercengang lantaran melihat tanah beserta tanaman padi yang siap panen amblas. Aris Arianto

Baca Juga :  Rutin Setiap Bulan Koramil Manyaran Berbagi Kasih ke Duafa
Loading...