JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Kenduri Nusantara 2019, Rawat Persatuan NKRI Di Tengah Serangan Perpecahan

Tirawati
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kenduri Nusantara 2019 menggelar kegiatan Doa Anak Negeri “Umbul Donga Merawat NKRI Menjaga Indonesia”, Minggu (3/3/2019), di Beteng Vastenburg.. Foto: JSNews/Tirawati

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kenduri Nusantara 2019 menggelar kegiatan Doa Anak Negeri “Umbul Donga Merawat NKRI Menjaga Indonesia”, Minggu (3/3/2019), di Beteng Vastenburg. Kegiatan tersebut menampilkan Gus Muwafiq untuk memberikan tausiah tentang menjaga peratuan.

Ketua Panitia Kegiatan, Eny Wahyuningsih menyebutkan, kegiatab tersebut diselenggarakan berangkat dari gejala-gejala “perpecahan” akibat Pilpres 2019. Padahal, hal tersebut seharusnya tidak perlu dilakukan.

“Kita itu bersaudara, tinggal di negeri yang indah dan sudab seharusnya kita bisa.menjaga persaudaraan. Dan setelah pilprespun kita akan tetap bersaudara. Kuta tetap tinggal di tempat yang sama dan bekerja di tempat yang sama. Maka pilpres tidak harus menjadi sumber perpecahan,” paparnya.

Baca Juga :  Gibran Siap Ketuk Rumah Warga Satu Persatu Demi 80 % Suara

Eny menekankan, kegiatan tersebut lebih kepada menyebarkan kebaikan dan menyampaikan bahwa kita sebagai warga yang hidup dan tinggal di Indonesia khususnya Jawa memiliki budaya yang harus dijunjung tinggi.

“Dan menurut kami Gus Muwafiq telah mewakili dan menjadi orang yang tepat untuk menyampaikan hal tersebut. Beliau ahli sejarah Jawa dan tepat menyampaikan dan menyerukan persatuan, menjaga keutuhan NKRI,” tukasnya.

Baca Juga :  Peradi Solo Berikan Asuransi Kepada Ahli Waris Anggotanya yang Meninggal Dunia

Sementara itu, sebagai simbol persatuan dan umbul donga, dibagikan kepada peserta berupa 15 nasi tumpeng.

“Itu sekedar simbol saja, karena itu merupakan buatan dari masyarakat sekitar. Ini bukti bahwa kuta masih saling peduli,” pungkas Eny. Triawati PP