JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kisah-kisah Kreatif Mahasiswa UMS Solo Ciptakan Kripik Biduan Saat KKN di Kerjo Karanganyar. Dari Biji Durian, Ada Abon dan Nuggetnya Juga! 

Foto
Foto/Humas Kab
Foto
Foto/Humas Kab

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Sebanyak 204 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) baru saja selesai melaksanakan kegiatan KKN-DIK di Kabupaten Karanganyar. Penarikan mahasiswa KKN-DIK dilaksanakan pada akhir pekan lalu di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Seperti yang diketahui bahwa 204 mahasiswa tersebut disebar ke dua kecamatan di Karanganyar, yaitu Kecamatan Karanganyar dan Kecamatan Kerjo. Dua perwakilan mahasiswa dari masing – masing kecamatan bertanggungjawab untuk memberikan laporan langsung kepada bupati.

Dari Kecamatan Karanganyar, laporan dipresentasikan oleh Mohammad Afriansyah. Dia menekankan bahwa kegiatan – kegiatan KKN merujuk pada 7 bidang. Bidang – bidang tersebut adalah yang pertama bidang pendidikan yang sesuai dengan dasar pendidikan mereka. Yang kedua, bidang kesehatan dengan membantu posyandu dan kegiatan lain yang berkaitan dengan kesehatan.

Yang ketiga, bidang dakwah dengan mengajar TPA dan mengadakan pengajian. Yang keempat, bidang sosial dan kebudayaan dengan menginisiasi kegiatan – kegiatan baru yang belum pernah ada di lingkungan masyarakat. Yang kelima adalah bidamg pariwisata dengan mengembangkan potensi wisata di tempat KKN. Yang keenam adalah bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Dan yang terakhie adalah bidang keamanan.

Baca Juga :  Sedih, Kompetisi Sepakbola Liga Internal Karanganyar Terpaksa Ditunda Sampai Batas Waktu Yang Belum Ditentukan. Padahal Pas Gayeng-gayengnya, Tren Kasus Covid-19 Jadi Alasan..

Selanjutnya dari Kecamatan Kerjo diwakilkan oleh Dhora Ayu Martadiningsih. Dhora mengatakan bahwa mereka tidak hanya terpaku dengan kegiatan di bidang pendidikan saja, namun juga terjun langsung ke masyarakat dan membuat inovasi – inovasi baru yang cukup menarik.

“Di sini selain di dunia pendidikan, kami juga berinteraksi langsung kepada masyarakat dengan membuat inovasi – inovasi terbaru yang belum ada di Kecamatan Kerjo. Diantaranya kami menciptakan krupuk “biduan” (biji durian), manisan kulit ari durian, nugget biji durian, dan abon kulit durian”, paparnya.

Baca Juga :  DPRD Karanganyar Rame-Rame Desak Bupati Segera Bangun Mal Pelayanan Publik. Ini Beberapa Pertimbangan Krusialnya!

Alasan mereka membuat inovasi olahan dari limbah durian karena mereka berhasil melihat potensi limbah durian di Kecamatan Kerjo dan rendahnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan limbah tersebut.

Tujuan dibuatnya inovasi olahan tersebut adalah diharapkan dapat meningkatkan penghasilan masyarakat Kecamatan Kerjo, khususnya di Desa Gempolan karena akan segera dibuka Waduk Gondang. Olahan – olahan dari limbah durian tersebut bisa dijadikan oleh – oleh khas masyarakat Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo. Namun, sayangnya krupuk biduan dibuat dengan cara manual sehingga masih memiliki tekstur yang keras.

Hal ini mendorong Dhora dan teman – teman untuk meminta dukungan dari bupati mengenai programnya dan masyarakat Kecamatan Kerjo untuk mengembangkan inovasi dari limbah durian yang dibuat oleh mahasiswa KKN-DIK UMS. Wardoyo